Beranda Berita Utama

Driver Pakai ”Rompi Antipeluru” demi Alkohol

BERBAGI
RAZIA: Petugas menyita berbagai jenis miras ilegal di RT 02/04, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

JAKARTA-RADAR BOGOR,Minuman keras (miras) oplosan yang menelan korban 81 jiwa, menimbulkan tanda tanya dari mana produsen miras oplosan mendapat alkohol. Salah satu sumber para produsen miras itu mendapat alkohol adalah penyelewengan driver truk pabrik alkohol. Yang kemudian dijual ke pengepul, para driver menyebutnya BL.

Salah seorang driver truk pabrik alkohol di Tangerang menceritakan, bagaimana lika-liku untuk bisa mendapatkan alkohol atau ethanol dari pabrik yang penjagaannya ketat.

Lelaki bertubuh gempal yang tidak ingin disebutkan namanya itu menuturkan, untuk masuk pabrik ethanol itu pemeriksaannya ketat. Bahkan, ada petugas Bea Cukai dan kepolisian yang menjaga.

”Truk saat masuk pabrik itu ditimbang, berapa beratnya. Berat truk itu kisaran 7 ton hingga 8 ton,” tuturnya.

Truk itu ditimbang untuk bisa mengawasi berapa jumlah alkohol yang keluar dari pabrik. Kalau beratnya truk 7 ton dan beratnya alkohol yang dibawa truk itu 5 ton, maka tinggal dijumlah saja.

”Harus tepat 12 ton, kalau melebihi berat yang telah diatur akan ketahuan. Ini hubungannya sama cukai, bayar cukai itu loh,” ujarnya sembari mengemudi.

Tapi, lanjutnya, namanya aturan itu juga banyak celahnya kalau karyawan tidak sejahtera. Dia menjelaskan, driver truk dan karyawan akhirnya cincai buat mencari sampingan. Driver membeli ethanol dari karyawan pabrik, untuk tiap 100 liter ethanol atau sekitar 1 kuintal itu seharga Rp350 ribu.

”Nah, ini bisa dijual Rp3,5 juta di luar,” ujarnya.  Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini

Komentar Anda

Baca Juga