Beranda Politik

Bakal Naikkan BOP Kader Posyandu dan RT

BERBAGI
SAPA WARGA: Calon wakil wali kota Bogor Zaenul Mutaqin dikerubungi warga Kampung Buleud RW 08, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, kemarin (10/4).

BOGOR–RADAR BOGOR,Naluri calon wakil wali kota Bogor Zaenul Mutaqin sebagai pemimpin tak bisa berbohong saat berhadapan warga. Dia merasa terenyuh dengan rendahnya biaya operasional (BOP) yang diterima para kader posyandu. Mereka hanya menerima Rp100 ribu per bulan. Padahal, menurut pria yang akrab disapa ZM ini, APBD Kota Bogor masih mampu untuk meningkatkan­nya menjadi Rp500 ribu bahkan Rp1 juta per bulannya.

”Di Kota Bogor ini ada sekitar 1.000 posyandu di 68 kelurahan. Kalau BOP posyandu Rp1 juta berarti hanya Rp1 miliar per bulan atau Rp12 miliar selama setahun.
Masih kecil untuk sekelas APBD Kota Bogor dan itu masih sangat realistis,” ujarnya saat menyapa warga Kampung Buleud RW 08, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, kemarin (10/4).

Peningkatan BOP kader posyandu, sambung dia, sudah menjadi prioritas bagi pasangan calon Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin. Itu pun sudah terangkum dalam program Bogor Sehat. Menurut dia, kurangnya perhatian pemerin­tah kepada kader posyandu menjadi kekhawatiran tersendiri. Ia tidak ingin kader-kader yang ada malah berhenti dari tugasnya karena merasa capek dan tidak men­dapatkan perhatian. Sebelum itu terjadi, pasangan RZ akan memper­hatikannya.

”Sama seperti dulu, ketika masyarakat tak ingin menjadi ketua RT sebab kurang perhatian pemerintah. Pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan, untuk RT dan RW minimal BOP-nya dari Rp400 ribu dinaikkan menjadi Rp600 ribu,” ungkapnya.

Seperti yang sudah-sudah, sebelum meninggalkan lokasi kampanye, calon nomor urut 1 ini makan nasi liwet bersama warga. Hal itu seakan menjadi tradisi kampanyenya agar lebih dekat dengan warga. Sebab menurut pria yang juga ketua DPC PPP Kota Bogor ini, ada nilai yang berbeda antara makan bersama beralaskan daun dengan piring sendiri-sendiri.

”Kalau saya terpilih, saya siap ngeliwet bersama warga sebagai tradisi saat turun ke lapangan,” pungkasya.(gal/c)

Baca Juga