Beranda Metropolis

Yoga Bikin Anak Lebih Happy

BERBAGI
AJAK BUGAR: Ibu-ibu didampingi buah hatinya saat mengikuti senam yoga di RS BMC, Sabtu (7/4).

BOGOR–RADAR BOGOR, Olahraga yoga saat ini sedang populer di Indonesia. Bahkan, belakangan tidak hanya orang dewasa yang melakukan yoga untuk meningkatkan kebugaran.

Anak-anak pun bisa mengikuti olahraga ini. Terlebih, justru banyak manfaat yang diperoleh anak dengan mengikuti gerakan-gerakan yang ada pada yoga.

Seperti yang dikatakan salah seorang instruktur yoga andal bagi ibu dan anak, Widya Dewi, dalam kegiatan Mom and Kids Yoga di Rumah Sakit Bogor Medical Center (BMC), Sabtu (7/4).

“Dengan yoga anak melakukan streching, sehingga menjaga kesehatan tulang belakang, serta menjaga postur tubuh anak hingga dewasa. Kualitas tidur juga akan menjadi lebih baik, nafsu makan bertambah, serta lebih happy,” bebernya.

Namun menurut Widya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ibu kepada anaknya sebelum melakukan yoga. Di antaranya, anak diusahakan tidur terlebih dahulu, lalu satu hingga dua jam sebelum yoga anak sudah makan, serta dalam keadaan sehat. “Dan tentunya, anak harus mau dari dirinya sendiri, jangan dipaksakan. Karena rata-rata fokus anak hanya 5-10 menit,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak medis dari RS BMC, dr Hadining juga memaparkan beberapa materi tentang pertumbuhan anak, manfaat ASI, dan imunisasi. Menurutnya, periode 1.000 hari kehidupan anak adalah periode emas. “Sehingga perlu asupan gizi yang cukup,” terangnya.

Asupan gizi bagi periode emas anak yang terbaik adalah dengan memberikan ASI eksklusif sesegera mungkin selama 24 bulan, dan mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada saat usia anak enam bulan. “Hal tersebut disampaikan dalam rekomendasi WHO tahun 2003,” kata dr Hadining.

Manfaat ASI sendiri, tambahnya, sangat banyak bagi anak. Di antaranya menjadi sumber nutrisi, meningkatkan daya tahan tubuh anak, mengembangkan kecerdasan, dan meningkatkan jalinan kasih sayang. “Karena di dalam ASI terdapat komposisi yang baik, yaitu 87,5 persen air, laktosa, protein, asam amino, lemak rantai panjang, serta vitamin A, D, E, K, B1, B2, C, dan asam folat,” tuturnya.

Karena itu, memantau pertumbuhan anak pun menjadi sangat penting. Untuk mengukur pertumbuhan anak tersebut diperlukan kurva pertumbuhan, seperti di posyandu maupun puskesmas biasanya terdapat kartu menuju sehat (KMS). “Biasanya pengukuran dilakukan setiap bulan,” tukasnya.(cr1/c)

Komentar Anda