Beranda Nasional

Tahun Ini, Pemudik Motor Naik

RAMAI: Pemudik yang menggunakan sepeda motor diperkirakan akan mengalami kenaikan tahun ini.

JAKARTA–Tol hingga pasar tumpah, menjadi pembicaraan yang serius dalam rapat persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memang memberikan perintah kepada Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi untuk memelototi betul persiapan lalu lintas mudik Lebaran.

”Saya mencoba memanage mudik kali ini tidak sama dengan tahun lalu,” ucap Dirjen Budi. Hal ini karena ada penanganan khusus untuk beberapa ruas jalan di Jawa. Untuk itu Direktorat Perhubungan Darat akan terus menggelar rapat dengan Kementerian PUPR maupun kepolisian.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyukseskan mudik Lebaran nanti. Misalnya saja untuk membebaskan simpul-simpul yang menjadi peluang pasar tumpah yang mengganggu jalan raya.

”Pemerintah daerah memba­ngun simpul-simpul niaga tradisional untuk menampung pedagang kaki lima di pasar tumpah sehingga kapasitas jalan yang ada dapat digunakan secara optimal,” ujar Budi.
Pasar tumpah ini menjadi catatan karena menyebabkan kemacetan lalu lintas. Sehingga waktu tempuh pemudik menjadi jauh.

Lebih lanjut Budi menyampaikan, pengguna sepeda motor yang masih marak menjadi masalah. Budi memprediksi pengguna kendaraan roda dua yang akan melakukan perjalanan mudik meningkat di tahun ini dari 4,78 juta menjadi 6,39 juta pemudik. Berkendara jarak jauh menggunakan sepeda motor membuat risiko kecelakaan semakin besar.

Untuk mengurangi jumlah pemudik menggunakan sepeda motor, Kementerian Perhubungan telah membuka program Mudik Gratis dengan sepeda motor. Direktorat Jenderal Perhu­bungan Darat menye­diakan 45 truk yang dapat menampung 2.025 unit sepeda motor untuk arus mudik dan 25 truk yang dapat menampung 1.125 unit sepeda motor untuk arus balik. ”Manfaatkanlah program mudik gratis yang telah disediakan pemerintah, BUMN dan swasta,” tuturnya.

Sementara itu, gerbang tol yang menjadi perhatian adalah Gerbang Tol Cikarang Utama. Pada puncak arus mudik Lebaran nanti diprediksi terjadi pada 12 Juni 2018 sebesar 116.270 kendaraan atau naik 0,03 persen dari 2017.

Sedangkan puncak arus balik Lebaran 2018 diprediksi terjadi pada 19 Juni 2018 sebesar 109.632 kendaraan atau turun 3,9% dari tahun 2017. ”Beberapa ruas di Tol Jombang menuju Kertosono menjadi perhatian. Ada yang perlu diperhatikan,” imbuhnya.

”Untuk pembatasan angkutan barang, Pak Menteri bilang jangan lama-lama (pembata­sannya, red),” ungkap Budi. Rancangan Peraturan Menteri terkait pemberlakuan pemba­tasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu 3 atau lebih rencananya dilaksanakan pada H-3 pukul 00.00 sampai dengan H-1 pukul 24.00. Sedangkan arus balik pada H+6 pukul 00.00 sampai dengan H+8 pukul 24.00.(lyn)

Baca Juga