Beranda Berita Utama

Man City vs Man United, Mengusik Tetangga Berisik

BERBAGI
ilustrasi

MANCHESTER – Manchester City mampu membunuh persaingan lebih cepat selama histori di Premier League? Atau Pep Guardiola yang mengoleksi trofi pertamanya di Premier League? Seperti sudah diprediksi, derby Manchester edisi 176 di Etihad, Manchester, malam nanti WIB jadi kuncinya.

Tapi, apa penggawa Manchester United rela membiarkan tetangganya makin berisik dan merayakan gelar juara Premier League-nya di hadapan mereka saat derby Manchester? (Siaran langsung beIN Sport 1 pukul 23.30 WIB). ”Kami pernah mengganggunya di sana (Etihad), lalu kenapa kami tak bisa mengulanginya?’’ koar attacking midfielder United Jesse Lingard, dikutip Daily Mail.

Dua musim terakhir, Antonio Valencia dkk tak pernah kalah atau menang di Etihad. Dua kali datang, dua kali imbang. Dan, hat-trick imbang maka The Citizens harus menunda pesta di matchweek ke-32 Premier League di Wembley, London, ketika melawat ke Tottenham Hotspur (15/4).

Yang penting jangan terjadi saat derby Manchester yang sudah berusia 137 tahun. ”Laga ini takkan jauh bedanya dengan laga derby biasanya, kami tak mau itu (penentu gelar) merusak konsentrasi kami,’’ lanjut pemain yang selalu jadi bagian di balik sukses The Red Devils ketika mampu menghindari kekalahan di Etihad itu.

Setali tiga uang, striker Marcus Rashford pun juga ingin mengulang gol debutnya dalam derby Manchester dua musim lalu. ”Saat bertamu lawan klub besar, kemenangan selalu jadi hal yang spesial. Itu yang jadi kekuatan dan motivasi saya melanjutkannya,’’ sebut Rashford. Andai menjebol gawang City lagi, maka Rashford akan menjadikan City sebagai klub top six Premier League yang paling sering dia jebol gawangnya sejak debut dua musim lalu.

Musim lalu dengan ultra defensif-nya Mourinho mencuri satu poin di Etihad. Bahkan, di jalanan Manchester dari Old Trafford ke Etihad kemarin WIB, ada bus tingkat yang bertuliskan “Jose Big Red Bus” dengan bagian belakangnya bertulis: Perhentian berikut: Etihad. Itu seperti dilaporkan The Sun.

Nah, akankah taktik itu masih mampu meredam Vincent Kompany dkk yang saat musim ini menjelma sebagai klub paling menakutkan di Premier League? Berkaca dari Liverpool yang mampu menghajar City 3-0 pada leg 1 perempat final Liga Champions (5/4), defense terbaik di depan City adalah dengan garis pertahanan tinggi.

Bukan garis defense rendah seperti kebiasaan Mourinho di depan big six Premier League musim ini. ”United akan membuktikannya, dan akan mencuri satu angka dari kami,’’ sebut Kyle Walker, bek kanan City, dalam wawancaranya di situs resmi klub. ”Jadi, kami harus pertahankan apa yang kami lakukan sepanjang musim. Jika kami bermain dengan level terbaik, maka takkan banyak klub yang mampu menghadapi kami,’’ tambah fullback Inggris termahal itu.

Kompany, kepada Manchester Evening News, menganggap derby ini jadi pelampiasan di saat setelah mereka hancur di Anfield. ”Logikanya, kami memenanginya (Premier League), dan kami bisa fokus penuh dengan peluang kami di Eropa. Kali ini, Premier League prioritas kami,’’ tutur Vinnie.

Tapi, sekalipun mengalahkan United dan memenangi Premier League malam nanti WIB, City masih harus menunggu sampai laga kandang terakhirnya di Premier League. Dilansir City AM, City baru mengangkat trofi juara Premier League-nya ketika melawan Brighton and Hove Albion, 10 Mei mendatang.  (ren)

Komentar Anda