Beranda Metropolis

Sekolah Ibu Jadi Unggulan Bappenas

BERBAGI
ilustrasi

BOGOR–RADAR BOGOR, Selain pembangunan park and­ ride di kawasan gedung eks Plaza Bogor, program prioritas kedua adalah Sekolah Ibu. Seperti yang disampaikan Kepala Bappeda Kota Bogor Erna Herna­wati dalam kegiatan pra-musren­bang, belum lama ini.

“Program Sekolah Ibu mema­kan ang­garan sebesar Rp264.655.000,” sebutnya.

Erna mengatakan program ini diunggulkan lantaran berhubu­ngan dengan apa yang menjadi obsesi Presiden RI Joko Widodo terkait dengan ketahanan keluarga.
“Karena ketahanan keluarga itu amat tinggi impact-nya terhadap pembangu­nan daerah. Dengan tingkat perceraian yang rendah, ekono­mi meningkat, tingkat sosial bagus, itu akan mendorong bagaimana roda pembangunan daerah,” ungkap Erna.

Kebetulan, lanjut Erna, di Kota Bogor sudah ada program Sekolah Ibu, yang pada 2017 sudah memiliki tiga angkatan. Pada tahun ini pun memiliki tiga angkatan untuk 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor. Sementara untuk Sekolah Ibu di 2019, Kota Bogor kekurangan dana kurang lebih Rp264 miliar.

“Ternyata Sekolah Ibu sudah ditarik Bappenas, karena akan menjadi embrio untuk program unggulan ketahanan keluarga. Program ini sangat efektif. Dilaksanakan oleh DPMPPA ditambah kader-kader PKK,” jelasnya. “Berapa pun diteriman­ya, kami sampaikan bahwa Sekolah Ibu dan pemba­ngunan park and ride menjadi prioritas,” tambah Erna.

Perlu diketahui, Sekolah Ibu adalah kegiatan pembelajaran secara berkala dengan sasaran perempuan yang sudah menikah, untuk meningkatkan pengeta­huan dan kemampuan seorang ibu dalam melaksanakan perannya dalam rumah tangga. Yakni sebagai istri bagi suami, dan seorang ibu yang menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.

Termasuk, seorang dokter bagi anggota keluarga ketika sakit, seorang manajemen gizi, seorang manajer keuangan keluarga, dan seorang psikolog bagi anggota keluarganya.

“Sekolah Ibu dilaksanakan selama 20 kali pertemuan dengan dua kali pertemuan setiap pekan. Sekolah Ibu akan dilaksanakan serentak se-Kota Bogor pada Maret 2018. Masing-masing kelurahan akan terdiri dari tiga angkatan selama satu tahun,” tutur pemrakarsa program Sekolah Ibu, Yane Ardian Bima Arya.

Kepengurusannya sendiri dibagi ke dalam beberapa tim, seperti tim pembuatan modul, tim perekrutan calon pengajar, dan lain-lain. Sekolah Ibu tidak lepas dari program pokok PKK Kota Bogor yang memiliki 10 program, terbagi atas empat kelompok kerja (pokja), antara lain Bogor Berakhlak, Bogor Pintar, Bogor Hijau, dan Bogor Sehat. “Dari empat pokja itu, PKK membuat 18 modul, akan ada 18 pertemuan untuk ketaha­nan keluarga,” tuturnya. (ran/c)

Komentar Anda