Beranda Olahraga Kickers

Dua Gol Bunuh Diri, Barca “Ajari” Roma Main Sepakbola

BERBAGI
MENANG TELAK: Straiker Barcelona, Luis Suarez selebrasi usai menjebol gawang AS Roma dalam laga Liga Champions, Kamis (5/4/2018) dini hari WIB.

SPANYOL-RADAR BOGOR, Barcelona berpesta gol saat menjamu AS Roma pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Camp Nou, Kamis (5/4) dini hari tadi WIB.

Bahkan, Blaugrana-julukan Barcelona, tak butuh gol dari Lionel Messi untuk menang dengan skor 4-1. Media-media di Eropa bahkan menyindir Roma yang memberi “hadiah” bagi Barcelona dengan membiarkan dua gol bunuh diri.

Selain itu, statistik dari UEFA menunjukkan Barcelona bisa dibilang mengajari Roma bagaimana bermain sepak bola. Mereka sangat dominan dalam penguasaan bola mencapai 57 persen.

Selain itu, Blaugrana pun unggul dalam serangan dengan jumlah tembakan mencapai 16 dengan 9 di antaranya on target. Sementara Roma hanya melakukan 6 tembakan dengan 3 tembakan on target.

Dalam kemenangan itu, Messi memang tak mencetak gol. Namun, bukan berarti dia bermain buruk. Kapten Timnas Argentina itu beberapa kali membahayakan pertahanan I Lupi-julukan Roma, dan kerap mengancam gawang Alisson.

Meski nirgol, Barcelona bukan hanya Messi. Pemain lainnya mampu menggantikan perannya untuk menodai gawang Roma. Bahkan, Barcelona tak perlu mencatatkan nama pemainnya di papan skor terkait dua gol pertama.

Maklum saja, dua gol awal Barcelona berasal dari bunuh diri pemain AS Roma. Daniele De Rossi memberikan “hadiah” bagi Barcelona lewat gol bunuh diri pada menit 38.

Sebuah umpan tarik dari Andres Iniesta ke depan pertahanan Roma coba dihalau oleh De Rossi, namun bola justru masuk ke gawang sendiri. Usai jeda, Barcelona mampu memimpin 2-0 pada menit 55.

TUMBANG: Para pemain AS Roma, memberikan tepuk tangan kepada para pendukungnya yang tetap setia meski mereka digebuk Barcelona 4-1 dalam laga leg pertama Liga Champions, Kamis (5/4/2018) dini hari WIB.

Lagi-lagi karena bunuh diri pemain Roma dan kali ini dilakukan defender Kostas Manolas. Bola liar hasil umpan Iniesta gagal diantisipasi secara baik oleh Manolas dan bola halauannya justru merobek gawang sendiri.

Empat menit kemudian, Blaugrana menambah keunggulan menjadi 3-0 lewat sontekan defender Gerard Pique. Dia memanfaatkan sodoran bola dari Luis Suarez. Gol ini bisa dibilang juga “hadiah” dari Roma.

Maklum saja, Pique sama sekali tanpa kawalan saat menerima sodoran bola dari Suarez dan dengan mudah menaklukkan Allison. Pada menit 80, Edin Dzeko mampu memperkecil ketertinggalan lewat golnya.

Diego Perotti memberikan umpan manis dan Stephan El Shaarawy membiarkan bola menuju Dzeko yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang Barcelona yang dikawal Marc-Andre ter Stegen.

Hanya saja, tujuh menit berselang, Barcelona kembali menjauh lewat gol dari Suarez. Gol penyerang Uruguay itu juga terkesan “hadiah” dari Roma. Sebuah sodoran bola dari Denis Suarez sebenarnya mampu diantisipasi oleh pemain Roma.

Namun, kontrol bolanya sangat buruk sehingga bola memantul jauh. Suarez yang berdiri di dekatnya langsung menyambar bola dan merobek jala gawang Roma. Barcelona memimpin dengan skor 4-1.

Hingga laga berakhir, keunggulan 4-1 Barcelona atas Roma tak berubah. Blaugrana memiliki modal penting untuk melaju ke semifinal. Pada leg kedua, laga akan digelar di Stadion Olimpico.

Kemenangan itu juga menegaskan bahwa Barcelona sulit dikalahkan di Camp Nou. Dari tiga kali menjamu Roma di Camp Nou, mereka tak pernah kalah dengan mencatat dua kemenangan dan sekali seri. Satu kemenangan lagi didapat di Liga Champions 2015-2016 dengan skor telak 6-1.(pin/jp)

Baca Juga