Beranda Ekonomi

Bangun Momentum untuk Akselerasi Sukses Bisnis Anda

BERBAGI
Mohamad Cholid Certified Business & Executive oach at Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching

Dalam kehidupan sehari-hari kita, di proyek atau di lingkungan pendidikan, istilah akselerasi sering dimaksudkan sebagai percepatan program. Itu be­nar.

Dalam kaitan pengembangan usaha, agar kita dapat meraih target dengan lebih bertanggung jawab, akselerasi lebih pas dipahami sesuai sinomimnya, yaitu gain momentum–meraih momentum untuk sukses.

Sebab, kalau sekadar percepatan tanpa mem­ba­ngun momentum, akan menyebabkan para pe­ngelola usaha bekerja lebih banyak hebohnya (sibuk luar biasa), dibandingkan melakukan langkah-langkah jitu.

Bukankah sering kita temui banyak orang, mungkin juga diri sendiri, sibuk luar bi­­asa tapi hasil biasa saja? Mohon di­per­hatikan, busy-ness bukan berarti business.

Optimalkan diri Anda dengan belajar, mendalami satu dua hal penting setiap periode tertentu sesuai tantangan pasar, investasikan waktu mengatur strategi agar dapat melakukan eksekusi lebih efektif. Lebih membuahkan hasil.

Bagaimana membangun momentum sukses bis­nis? Mulailah setiap hari Anda dengan “per­ta­nyaan-pertanyaan aktif” kepada diri sendiri dan tim.
Per­bedaan “pertanyaan pasif” dengan “per­ta­nyaan aktif” seperti ini:

Apakah Anda memiliki goal yang jelas di bisnis Anda? – Ini “pertanyaan pasif”.

Kalau “pertanyaan aktif”, utamakan untuk diri sendiri dulu, bunyinya begini: Apa hal terbaik yang sudah saya kerjakan untuk meraih goal bisnis saya?
Di dalam “pertanyaan aktif” terlihat ada upaya-upaya terbaik dari kita sendiri untuk melakukan tin­dakan (action) yang nyata.

Dua edisi sebelum ini — Meraih Target Usaha dengan Lebih Bertanggung Jawab (1 dan 2) – Anda mendapatkan kesempatan melakukan evaluasi terkait hal-hal pokok di bisnis Anda. Dari menyangkut keuangan, pemasaran, sampai kemampuan deliveri yang baik kepada pelanggan.

Sekarang, beranikan Anda bertanya kepada diri sendiri dengan “pertanyaan aktif” hal-hal fundamental dalam bisnis. Misalnya, “Upaya terbaik apa yang sudah saya lakukan untuk membuat laporan keuangan yang dapat diandalkan sebagai pertimbangan mengambil keputusan?”

Terus ajukan “pertanyaan-pernyataan aktif” kepada diri sendiri menyangkut semua aspek dalam bisnis Anda dan dalam kehidupan pribadi. Ini upaya menggedor diri sendiri, menggali potensi-potensi diri yang sudah dianugerahkan Allah SWT kepada setiap manusia. Sebaiknya dilakukan, kalau bisa, setiap hari. Minimal seminggu sekali. “Apa upaya terbaik saya untuk …..?

Banyak orang merasa tidak nyaman melakukan itu, karena merasa dituntut membuktikan aksi nyata untuk memberbaiki diri terus-menerus. Hayatilah, ketidaknyaman adalah bagian dari proses untuk berkembang. Di kalangan pelaku usaha di Jepang, upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas diri dan kegiatan usaha disebut kaizen (continuous improvement).

Dengan melakukannya secara konsisten, istiqomah, atas izin Allah kita dapat membangun momentum untuk naik ke jenjang keberhasilan yang lebih baik.

(www.nextstageconsulting.co.id, untuk konsultasi silakan kontak 085280538449)

Komentar Anda