Beranda Metropolis

Biaya Revitalisasi Jalan Rp19 M

ALIH FUNGSI: Bangunan eks Plaza Bogor (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR–RADAR BOGOR,Untuk mewujudkan proyek pembangunan park and ride di lokasi eks Plaza Bogor, ada empat jalan yang akan direvitalisasi. Di antaranya, Jalan Suryakancana, Jalan Roda I, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Saketeng.

Plaza Bogor sendiri akan dikembangkan sebagai bangunan parkir dan pasar ekonomi-konvensional. Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati, keempatnya merupakan bagian dari proyek yang menjadi fokus utama pembangunan kota saat ini.

Pertama, kata Erna, revitalisasi Jalan Suryakancana. Pada koridor jalan utama Suryakancana, dipergunakan sistem parkir 45 derajat dengan ukuran parkir 2,3 x 5 per unit mobil. Biaya revitalisasi Jalan Suryakancana memakan dana sebesar Rp6 miliar dengan panjang 1.000 meter. Antara parkir mobil dengan pejalan kaki diberi buffer berupa jalur hijau untuk memberikan rasa aman bagi pejalan kaki.

“Jumlah parkir yang tersedia di Jalan Suryakancana saat ini sekitar 175 spaces (tipe parkir 90), dengan tipe 45 kira-kira dapat menampung parkir sekitar 265 mobil,” kata Erna kepada Radar Bogor.

Kedua, revitalisasi Jalan Roda 1 dengan panjang 250 meter, dan biaya Rp4 miliar, dengan konsep street market. Yakni, memaksimalkan fungsi dan potensi Jalan Roda sebagai area relokasi PKL dengan komoditas buah dan bunga, yang tersebar di beberapa ruas jalan.

Ketiga, revitalisasi Jalan Pedati dengan panjang 250 meter dan biaya Rp5 miliar, dengan mengubah koridor jalan menjadi koridor tematik, seperti kuliner street. “Di sana juga nantinya akan menggunakan payung untuk mendukung konsep ‘Hujan Tetap Jalan’, memberikan karakter Pecinan pada jalan dengan memberikan sentuhan pada street furniture,” jelasnya.

Yang terakhir yaitu Jalan Lawang Saketeng dengan panjang 250 meter dan biaya Rp4 miliar, dengan konsep penataan jalan sebagai pusat kuliner dan jajanan khas Surken dan Bogor.

“Pemanfaatan jalan ini sebagai area PKL makanan yang tersebar di beberapa titik kawasan, tetap ada nuansa Pecinan juga dengan elemen lampion dan gerbangnya,” tambah Erna.

Ia juga kembali menjabarkan bahwa dana anggaran usulan pembangunan gedung eks Plaza Bogor sebesar Rp320.457.701.500. Jumlah tersebut memakan sekitar 60 persen dari total keseluruhan anggaran yang diusulkan Bappeda Kota Bogor kepada BKPP Provinsi, dari 29 usulan kegiatan dengan total nilai usulan mencapai Rp531.508.178.007.

Permasalahannya, masih kata Erna, yang mengharuskan kawasan Plaza Bogor ini dirombak adalah berkurangnya jumlah bangunan tua khas Tionghoa di daerah Suryakan­cana. Kemudian, kondisi lingkungan dan kebersihan yang masih kurang. Ia juga me­ngatakan, sulitnya penegakan aturan terhadap PKL. Kemacetan yang tak kunjung usai disebabkan angkutan umum, yang menaikkan dan menurunkan penumpang, serta kendaraan yang menunggu untuk parkir bergantian.(ran/pkl1/c)

Baca Juga