Beranda Berita Utama

Andalkan Pengawasan Silang

BERBAGI
KETAT: Pengawasan UNBK di SMKN 1 Cibinong menggunakan cctv, kemarin.

BOGOR–RADAR BOGOR,Munculnya pengakuan sejumlah siswa yang mendapatkan bocoran soal dan kunci jawaban UNBK, menjadi perhatian serius pemerintah. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Asep Sudarsono mengungkapkan, hal tersebut kecil kemungkinan terjadi.

Sebab, kata dia, soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bersifat offline dan hanya bisa dibuka sesuai saat waktu berlangsung saja.

“Misal sesi 1 mulai pukul 07.30 sampai 09.30, soalnya hanya bisa dibuka pada jam tersebut. Pengawas bahkan tidak bisa membukanya di luar jam tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, siswa yang di sebelah kiri, kanan, depan, belakang itu soalnya berbeda-beda. Terlebih, sam­bung dia, ujian saat ini nilainya tidak lagi menjadi penentu lulus atau tidaknya siswa.

“Nilai berapa pun tidak menentukan kelulusannya, yang menentukan ujian sekolah dan kelulusan diserahkan kepada sekolah. UN itu hanya syarat untuk diikuti,” ungkap Asep.

Asep menduga, kemungkinan kunci jawaban yang beredar adalah dari soal-soal UN di tahun sebelumnya. “Kan ujian sengaja dibuat berbasis komputer justru untuk meningkatkan integritas,” katanya.

Untuk meningkatkan integritas tersebut juga, Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat menerapkan sistem pengawasan silang.

“Guru yang mengajar matematika, tidak akan mengawas pada saat ujian mata pelajarannya, sehingga juga kecil kemungkinan dapat membantu siswa,” tukasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, Dadang Ruhiyat pun mengatakan, siswa tidak boleh membawa alat komunikasi saat ujian. “Kunci jawaban yang beredar kemungkinan besar tidak benar dan tidak sesuai,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai target-target untuk lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun ini. Sekitar 75 persen lulusannya diharapkan akan masuk dunia kerja. Sementara sisanya, wirausaha dan masuk bangku kuliah.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Bakrun mengatakan jika pihaknya optimis banyak lulusan SMK yang akan diterima di dunia kerja. ”Lima persen wirausaha dan 10 persen lanjut ke perguruan tinggi,” ucapnya kemarin (3/4).

Kemendikbud memang belum memiliki data pasti berapa jumlah lulusan SMK yang diterima di dunia industri. Bakrun sebelumnya menjelaskan jika tahun lalu sekitar 1,25 juta lulusan SMK.

”Apabila kami tanyakan ke SMK yang besar dan bagus, rata-rata 80 persen lulusan terserap. Untuk SMK yang biasa saja kalau ditanya rata-rata 40 persen. Kami baru berusaha mencari cara agar lulusan bisa ditelusur,” katanya.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengharapkan, jika hasil dari ujian nasional kali ini bisa menjadi standarisasi pendidikan di Indonesia. Selain itu juga diperuntukkan untuk pemetaan bagi Kemendikbud. ”Pemetaan pendidikan secara nasional, dasar membuat kebijakan, perbaikan pada tahun berikutnya,” katanya.

Muhadjir pun tidak mempersoalkan apakah hasil ujian nasional akan digunakan untuk pertimbangan kuliah atau tidak.

”Persoalan dihargai institusi lain atau tidak itu kita serahkan kepada yang menggunakan. Tapi semestinya dengan kualitas UN seperti sekarang ini, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan hasil UN ini,” tuturnya. Alasannya, siswa telah menunjukkan tingkat kejujuran yang tidak diragukan.

Ke depan Kemendikbud akan memulai memberikan soal yang dapat mendeteksi kemampuan siswa. Soal ujian tersebut, menurut Muhadjir akan melibatkan guru dan sekolah. ”Maka akan ada pelatihan guru untuk membuat soal yang betul-betul baik,” tuturnya.(cr1/jp/d)

Komentar Anda