Beranda Metropolis

Proyek Transmart Terganjal Pipa PDAM

BERBAGI
BANGUN LAGI: Transcorp kembali membangun salah satu pusat perbelanjaannya Transmart di Kota Bogor, tepatnya di Tajur. Nelvi/radar bogor.

BOGOR–RADAR BOGOR,Proyek Transmart di Jalan Raya Tajur, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, tampaknya akan semakin lama mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Selain amdal lalin yang masih belum keluar, ternyata di lokasi proyek pembangunan Transmart Carrefour ini juga terdapat lahan milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Seperti yang ditegaskan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Sanjaya. Menurut Deni, di lokasi proyek Transmart memang ada lahan PDAM yang di dalamnya terdapat pipa sepanjang 150 meter.

“Hanya ada pipa, tidak ada bangunan. Tetapi, pipa ini untuk suplai air zona 4 bagi 80 persen pelanggan kami,” ujarnya. Lahan tersebut, dulunya bekas rumah pompa tapi sekarang sudah tidak dipakai. “Rumah pompa dipindahkan ke dalam, sehingga lahan yang jadi lokasi proyek Transmart hanya ada pipa,” katanya.

Sehingga, kata Deni, perlakuan terhadap pipa tersebut tidak boleh terkena beban berat. “Lahan yang di dalamnya pipa ini, hanya bisa menahan orang atau kendaraan roda dua. Lebih dari beban itu, tidak bisa,” tegasnya.

Ia juga mengakui jika pihak Transmart pernah berbicara secara lisan akan menyewa lahan tersebut. “Bagi kami tidak masalah, sepanjang izin dari pemkot juga sudah keluar dan perjanjian sewa-menyewa lahannya jelas,” ujarnya.

Hanya, lanjut Deni, hingga kini belum ada kelanjutan perjanjian ataupun informasi tersebut. Jika izin pemkot keluar, lalu terjadi sewa-menyewa lahan milik PDAM tersebut, pihaknya segera membuat penguatan struktur dari beton untuk menutupi pipanya. “Bagaimanapun juga, syarat teknis dari kami pun harus dijalani pihak Transmart,” katanya.

Karena di lahan itu ada dua pipa besar yang terbuat dari steel, kalau bebannya terlalu tinggi, maka akan rentan terhadap beban tekanan vertikal yang bisa menyebabkan crack (retak, red). “Dampaknya tentu suplai air ke zona 4 akan terganggu,” tegasnya.

Deni menambahkan, pihaknya tidak mempermasalahkan lahan itu disewakan selama kesepakatan kerja sama jelas dan menguntungkan dan nanti akan dibuat MoU antara PDAM dengan Transmart. Kerja sama itu pun atas seizin dan persetujuan owner PDAM yaitu Wali Kota Bogor.

Dengan adanya pipa itu, maka lahan yang akan dikerjasamakan dengam Transmart juga hanya boleh digunakan untuk lintasan orang dan maksimal dilintasi motor. “Jika dilewati kendaraan, apalagi kendaraan berat seperti truk, dikhawatirkan akan merusak pipa dan mengganggu suplai air ke zona 4,” ujarnya.

Kalaupun lahan itu jadi dikerjasamakan, menurutnya, harus ada penguatan pakai beton agar pipa PDAM terlindungi, sehingga tekanan tidak akan langsung ke pipa.

”Untuk akses perizinan seharusnya tidak ke kita, tapi ke warga setempat. PDAM intinya, selama izin dari Pemkot Bogor sudah ada, kita akan perkuat itu dengan
cover beton dan design dari kita,” bebernya.

Deni juga mengaku pernah melihat site plan yang ditunjukkan pihak Transmart menyangkut lahan PDAM yang akan dikerjasamakan.

“Kalau dilihat, hanya untuk akses pintu masuk dan keluar, untuk lewat saja. Saya minta bebannya tidak boleh tinggi karena ada pipa, dan tidak boleh terganggu,” pungkasnya.(don/b)

Baca Juga