Beranda Berita Utama

Preview Juventus vs Real Madrid : Tak Bisa Tidur Gara-gara CR7

BALAS DENDAM: Striker Juventus Paulo Dybala berusaha merebut bola dari gelandang Real Madrid Luca Modric di Final UCL musim lalu

ITALIA-RADAR BOGOR,Juventus mengusung misi balas dendam saat menjamu juara bertahan Real Madrid di Allianz Stadium pada leg pertama babak perempat final Liga Champions 2017/18, Rabu (4/4).

Di final musim lalu, Juventus dihajar Madrid 1-4 di Cardiff. Juventus gagal juara, sedangkan Madrid menjadi tim pertama di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar mereka. Ambisi Juventus untuk membalas kekalahan itu didukung oleh faktor sejarah. Juventus memang kalah di final 2016/17.

Namun, Juventus selalu bisa menyingkirkan Madrid dalam empat pertemuan terakhir di babak knockout dua leg, yakni di perempat final 1995/96, semifinal 2002/03, 16 besar 2004/05, dan terakhir di semifinal 2014/15.

Juventus juga tercatat sebagai tim terakhir yang mampu mengeliminasi Madrid di kompetisi ini, ketika menang agregat 3-2 di semifinal musim 2014/15.

Akhir pekan kemarin, Juventus menang 3-1 menjamu AC Milan di Serie A. Kemenangan itu didapatkan pasukan Mas­similiano Allegri lewat gol-gol Paulo Dybala, Juan Cuadrado dan Sami Khedira.

Sementara itu, Madrid menang 3-0 kala bertandang ke markas Las Palmas di La Liga. Gareth Bale memborong dua gol, sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh Karim Benzema. Untuk laga tersebut, pelatih Zinedine Zidane mengistirahatkan beberapa pemain intinya, seperti Sergio Ramos, Toni Kroos dan Cristiano Ronaldo.

Boleh saja Juventus mengklaim diri mereka berbeda dari laga final musim lalu. Namun, bagi kiper Juve Gianluigi Buffon, ada satu hal yang tidak berubah. Yakni, trauma terhadap bomber Real Madrid Cristiano Ronaldo.

”Ketika Anda bermain melawan tim seperti Real Madrid, dengan mematikan satu pemain saja tidak akan membuat perbedaan besar. Namun, mengetahui saya akan menghadapi Cristiano Ronaldo, dia akan memberi saya beberapa malam (menjelang pertandingan, red) tanpa bisa tidur dengan nyenyak,” kata Buffon seperti dilansir RMC Sport.

Ketakutan kiper 40 tahun itu memang berdasar. Bukan sekadar karena CR7 itu mencetak dua gol saat membantu Real menang 4-1 dari Juve di final musim lalu.

Melainkan track record bomber 33 tahun itu selama berhadapan dengan Buffon juga menakutkan. Dari lima laga menghadapi Juve dan Buffon di Liga Champions, Ronaldo sukses mencetak 7 gol.

Lebih jauh, kondisi eks winger Manchester United itu juga sedang bugar. Dia, bersama Sergio Ramos, Marcelo, dan Toni Kroos disimpan entrenador Zinedine Zidane saat Real menang 3-0 atas Las Palmas (31/3).

”Saya sangat beruntung karena pernah bermain melawan striker terbaik seperti Ronaldo Brasil, menghadapi dan satu tim dengan Zlatan Ibrahimovic, namun CR7 adalah pemecah banyak rekor. Itulah yang membuat saya mengaguminya,’’ kata Buffon lagi.

”(Dia (CR7) sudah mengubah posisi bermainnya dan menggunakan lebih sedikit energi namun masih saja mematikan. Di depan gawang, dia adalah pembunuh sejati dan hanya David Trezeguet yang memiliki kesamaan dalam penyelesaian akhir,’’ lanjutnya. (io)

Baca Juga