Beranda Female

Mengintip Panggung Indonesia Fashion Week 2018

BERBAGI
Barli Asmara  bersama modelnya.

JAKARTA-RADAR BOGOR,Desainer Barli Asmara kembali menampilkan koleksi gaun terbarunya bernapas glamorous delight. Melalui tangan dinginnya, ia berhasil merancang 14 koleksi gaun bertajuk ‘Dazzling’ yang dipamerkan pada gelaran Indonesia Fashion Week (IFW), di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Sabtu (31/3).

Hadir di fashion show ‘Wardah Sinar & Pijar’, Barli Asmara terinspirasi dari gaya mode era Renaissance yang identik dengan sisi sensualitas, romantisme dan keanggunan tubuh wanita. Sehingga, ia pun banyak memasukkan unsur transparan dengan permainan bahan organza dan kain tulle pada rancangannya.

Sisi sensualitas terpancar lewat potongan renda dan hiasan motif manik-manik warna silver. Sebuah ilusi busana dengan lipatan berlekuk juga diciptakan untuk menambah kesan dramatis. Pada koleksi lain terdapat pola jahitan bergaya quadi-ergonomics yang mengelilingi gaun horsehair transparan.

“Koleksi saya kali ini akan berbeda, karena saya lebih menampilkan siluet dengan varian A-line hingga putri duyung. Warna transparan saya pilih untuk menambah kesan seksi pada wanita itu sendiri,” ungkap Barli saat konferensi pers jelang show di JCC.

Rancangan Barli Asmara kali ini banyak menampilkan detail yang mengejutkan. Penggunaan material organza yang diukir terlihat berbeda arah di atas gaunnya.
Sedangkan untuk palet warna, Barli memilih rangkaian warna terang elegan seperti silver, lavender, abu-abu dan biru muda. Berfokus pada busana klasik glamor, ia melengkapi koleksinya dengan ornamen kepala (hairpiece), aksesori penutup kepala khas olahraga hanggar dan flapper.

Selain itu, beberapa model terlihat unik mengenakan legging warna putih dengan sepasang sapatu hak tinggi warna silver. Sepatu dengan bagian depan tertutup ini terinspirasi dari gaya era Rocco klasik. Tampilan para model pun kian sempurna dengan tata rias flawless dari Wardah Sinar & Pijar bertema ‘Semu Mimpi’. “Intinya saya ingin membuat gaun-gaun saya terlihat berkilau, dan memunculkan efek bling-bling yang modern” tutupnya.

Selama 40 tahun berkarya di panggung mode Indonesia, desainer Poppy Dharsono kembali menampilkan mahakaryanya yang mencerminkan budaya Indonesia. Seluruh koleksinya dirangkum dalam pagelaran Syahda Pusaka di penutupan Indonesia Fashion Week 2018.

Mewujudkan kecintaannya terhadap warisan budaya, Poppy menghadirkan 99 set busana yang menampilkan batik, tenun, dan lurik sebagai ‘hidangan utama’ koleksinya.

“Syahda Pusaka itu menunjukkan heritage. Syahda itu sesuatu yang tinggi yang agung dan indah,” kata Poppy dalam sambutannya, Minggu (1/4).

Jika desainer bibit baru mulai menggunakan kain tradisional akhir-akhir ini, Poppy bahkan sudah memulainya sejak 40 tahun lalu. Poppy menegaskan kekayaan budaya adalah akar sebuah bangsa yang tak boleh tercabut akan perkembangan zaman.

“Pertama kali saya show di Jerman saya sudah pakai batik dan lurik. Saya lihat dan belajar melihat budaya Indonesia pakai kacamata orang Barat. Sebab saya sekolah di Prancis dan bergaul dengan mereka maka saya tertular. Saya merasa penting sekali pertahankan budaya dan akar kita,” tegas Poppy.

Untuk itu, dia bersama teman-teman lainnya terus menekuni kearifan lokal di daerah masing-masing. Poppy menjelaskan Indonesia memang sulit bersaing dalam hal fashion dengan merek seperti Gucci dan Chanel karena label high end tersebut memang sudah matang usianya.

Karena itu, yang bisa membuat Indonesia unik dan berbeda adalah dengan menampilkan kekayaan budaya kain nusantara yang dimiliki bangsa ini.

“Jika kita tampilkan budaya yang begitu kaya maka kita akan dilihat, tak dipandang sebelah mata. Semua orang Barat dan siapapun kagum melihat budaya kita. Maka jelas bagaimana kita bisa meletakkan positioning kita sendiri di dunia fashion,” tutup Poppy.(fid/ika/JPC)

Komentar Anda

Baca Juga