Beranda Olahraga Arena

Peserta CdM Pilih Keluar

BERBAGI
JENAL/RADAR BOGOR
PERSIAPAN: Bupati Bogor Nurhayanti dan Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman usai menandatangani kerja sama di CdM Porda dan Peparda 2018 di Hotel Aston Sentul, Kamis (29/3) malam.

SENTUL–RADAR BOGOR,Penyelenggaraan Chef de Mission (CdM) Porda XIII Jawa Barat 2018 dan Peparda V Jawa Barat 2018, dirasa kurang menggigit. Bahkan, saat CdM yang dipusatkan di Hotel Aston Sentul, Kamis (29/3) malam, tidak sedikit undangan yang memilih keluar ruangan meski acara masih berlangsung.

Tidak hanya itu, acara ini pun tidak seluruhnya dihadiri wali kota dan bupati se-Jawa Barat. Tidak sedikit kepala daerah yang diwakilkan oleh kadispora.

Pantauan Radar Bogor, banyak tamu undangan yang memilih keluar ruangan saat Bupati Bogor Nurhayanti dan ketua KONI Jawa Barat menyampaikan pemaparannya.

Bahkan, hampir semua perwakilan dari peserta Peparda memilih keluar.

Menurut Nurhayanti, Porda 2018 akan diikuti 60 cabang olahraga dengan 879 nomor yang dipertandingkan. Sementara, di Peparda diikuti 12 cabor dengan mempertandingkan 502 nomor.

”Ini kebanggan khusus bagi Kabupaten Bogor karena Porda XIII Jawa Barat 2018 tercatat terbanyak yang mem­pertandingkan cabang olahraga. Sedangkan, pada Porda di Kabupaten Bekasi 2014  hanya 52 cabang dan Porda di Kota Bandung 2010 mem­pertandingkan 46 cabang,” kata Nurhayanti yang juga ketua PB Porda 2018 di hadapan wartawan.

Untuk Porda, medali yang diperbutkan sebanyak 7.417 keping, terdiri atas emas sebanyak 2.204, perak 2.212, dan perunggu 3.001 keping. Semantara di Peparda, akan memperebutkan 1.506 medali yang terdiri dari emas, perak, dan perunggu

Sementara, Ketua KONI Jawa Barat Brigjen TNI Ahmad Saefudin menuturkan, Porda kali ini merupakan yang terbanyak.

“Banyaknya cabor bukan masalah karena ini bukan keinginan kita, tapi alam yang meminta seperti itu. Jadi tuan rumah harus sukses dalam berbagai hal,”tuturnya
Ketika ditanyai masalah anggaran, Ahmad tidak mempersoalkannya, asalkan bisa dikelola dengan baik sesuai kebutuhan.

“Yang jelas Porda memakan anggaran besar. Makanya, harus disukseskan apa pun alasannya. Kebutuhan lainnya pun perlu terpenuhi tanpa terkecuali,” tegasnya.(nal/c)

Baca Juga