Beranda Berita Utama

Paskah dan Tahun Persatuan

BERBAGI
PASKAH: Paus Fransiskus menyampaikan berkat setelah Misa Paskah di Vatikan, Minggu (1/4).

JAKARTA – RADAR BOGOR,Keuskupan Agung Jakarta memperingati Paskah tahun ini dengan mendekatkan unsur Pancasila. Alasannya, tahun ini Indonesia mengalami tahun politik.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo menuturkan pihaknya prihatin atas berbagai masalah yang merusak persatuan dan kebinekaan Indonesia.

Lewat perayaan Paskah kali ini dia berharap agar bisa menggugah kembali semangat berbangsa yang memiliki keragaman.

”Kita ungkapkan dalam Doa Prefasi Tanah Air. Dalam doa ini, kita mengungkapkan iman bahwa bangsa dan negara Indonesia dalah buah karya agung Allah,” ucapnya kemarin (1/4) saat konferensi pers di Gereja Katedral Jakarta.

Dakam doa tersebut umat diajak untuk mengenang peristiwa kebangkitan nasiona hingga kemeerdekaan. Suharyo men­contohkan dalam Doa Prefasi Tanah Air tersebut terdapat kalimat “Berkat jasa begitu banyak tokoh pahlawan, Engkau menumbuhkan kesadaran kami sebagai bangsa, … kami ber­syukur atas bahasa yang mem­persatukan, … dan atas Pancasila dasar kemerdekaan kami”.

Dalam kesempatan itu, Suharyo juga menjelaskan jika relevansi paskah tahun ini juga berkaitan dengan tahun pemilihan umum. Dia enggan menyebut tahun ini menjadi tahun politik.

”Pada tahun ini dirayakan ketika Keuskupan Agung Jakarta menjalani tahun persatuan dengan semboyan Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia,” tuturnya.

Dia mengatakan jika penyebutan tahun politik tidaklah tepat. ”Karena Cuma ingat jadi bupati dan lain-lain. Namun akhirnya banyak yang terkena OTT (operasi tangkap tangan, Red),” ujar Suharyo.

Suharyo mengajak umat untuk bersyukur karena Tuhan meng­anuge­rahkan keragaman dalam berbangsa.(lyn)

Komentar Anda