Beranda Politik

Pasangan HADIST Komitmen Bangun Pasar Rakyat

BERBAGI
Warga antusias menyambut calon bupati Bogor Ade Yasin saat blusukan ke perbatasan Kabupaten Bogor.

TAMANSARI–RADAR BOGOR,Calon bupati dan wakil bupati Bogor Ade Yasin-Iwan Setiawan kembali menyapa warga Tegar Beriman dalam kegiatan Festival Pancakarsa, kemarin (1/4). Kali ini, calon nomor urut 2 tersebut berkesempatan berinteraksi dengan warga Tamansari dan Babakan Madang. Seperti yang sudah-sudah, kampanye fun ala pasangan yang akrab disapa HADIST itu langsung disambut antusias warga.

Dengan marawis, warga serta pendukung mendampingi Ade Yasin berjalan mengelilingi kampung menuju lokasi panggung acara Festival Pancakarsa di Danau Tamansari. Saat tiba di lokasi, ia mengajak para warga untuk menikmati jajanan gratis yang telah tersedia. Ibarat paket komplet, Festival Pancakarsa juga menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis hingga stand UMKM untuk memperkenalkan produk olahan warga.

Ade Yasin juga mengajak warga senam dua jari. Masyarakat bahkan sangat antusias mengikuti gerakan instruktur. Mereka tumpah ruah dengan bahagia.

Calon wakil bupati Bogor Iwan Setiawan saat berbincang bersama pedagang Pasar Griya, Kecamatan Gunung Putri.

Ade Yasin mengaku, dalam kampanyenya itu, masyarakat juga memberikan aspirasi terkait pasar rakyat. Pasalnya hingga saat ini Kecamatan Tamansari belum memiliki pasar.

“Mereka kalau belanja kebutuhan harus ke Pasar Bogor atau Dramaga, itu pun ongkosnya cukup besar,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Menurutnya, aspirasi tersebut menjadi poin penting untuk pasangan HADIST. Karenanya, ia berjanji akan membangun pasar yang dibutuhkan masyarakat. Sebab, selain menjadi tempat jual beli kebutuhan sehari-hari, pasar rakyat juga bisa menjadi wadah untuk masyarakat memasarkan hasil produk pertanian.

“Karena di sini banyak produk hasil pertanian seperti jambu kristal dan talas yang selama ini mereka pasarkan di Pasar Bogor,” ungkapnya.

Ade Yasin memandang, Tamansari merupakan daerah yang sangat potensial untuk pertanian. Hal itu tentu harus dilestarikan. Jika memang ada kawasan wisata, maka harus jelas di mana lokasinya. “Jangan semua merambah ke wisata sehingga malah menjadi tidak beraturan,” katanya.(gal/d)

Komentar Anda

Baca Juga