Beranda Berita Utama

Jangan Terpengaruh Bocoran Ujian

BERBAGI
ica/radar bogor
SIMULASI UNBK: Pelajar SMK Penerbangan Angkasa Bogor, Lanud Atang Sendjaja (Ats) saat mengkuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

BOGOR–RADAR BOGOR,Hari ini (2/4) pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sekolah menengah kejuruan (SMK). Berbeda dari sebelumnya, pelaksanaan UNBK tahun ini khususnya di Jawa Barat sudah menjangkau 100 persen sekolah. Jumlahnya, antara SMK swasta dan negeri ada sekitar 3.300 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Ahmad Hadadi menjelaskan bahwa di Jawa Barat, ada 300 SMK negeri dan 3.000 SMK swasta. “Dari hasil rapat kemarin sudah siap, insyaallah. Pengawas sudah disiapkan, komputer sudah. Insyaallah tinggal besok (hari ini, red) action saja,” jelasnya kepada Radar Bogor,
kemarin (1/4).

UNBK bukan hanya dari sekolah negeri dan swasta, melainkan juga dari madrasah aliyah dan melanjutkan Paket C.

Ahmad mengaku, dengan mencapai target pelaksanaan UNBK 100 persen sekolah ini membuatnya lebih lega. Pasalnya, dengan mem­berlakukan berbasis komputer, artinya sudah tidak ada lagi distribusi lembar soal maupun jawaban yang perlu dilakukan pihaknya. “Sudah tidak ada distribusi, sekarang semua langsung dari Jakarta secara online. Ini berintegritas, jadi, kemungkinan bocornya tidak ada,” terangnya.

Meski begitu, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya selalu ada kendala yang dialami saat pelaksanaan UNBK. Antara lain, mengenai kepemilikan komputer di sekolah-sekolah yang belum merata. Walhasil, pelaksanaan diberla­kukan shift di beberapa sekolah. “Ada yang double shift ada yang tiga shift,” kata Ahmad.

Meski diberlakukan secara shift, Ahmad meyakini bahwa UNBK tetap bisa dilaksanakan dengan sportif. Pasalnya, soal-soal yang diberikan ke siswa yang berbeda shift diberlakukan berbeda untuk mengantisipasi potensi kecurangan. “Bisa beda soalnya. Yang shift pertama ini, yang shift kedua ini jadi bisa beda. Bahkan di saat bersamaan dengan teman bangku sebelah bisa beda. Itulah kelebihan komputer, bisa diacak,” tuturnya.

Untuk menyelesaikan kendala tersebut, ia perlu berkoordinasi dengan Disdik di tingkat kota maupun kabupaten. Nantinya, Disdik di tingkat bawah melakukan semacam tukar pinjam antara sekolah-sekolah yang melakukan UNBK dengan yang tidak melaksanakan.

“Dalam bentuk kerja sama pinjam-meminjam komputer. Misalnya SMP minjam ke SMA, begitu juga sebaliknya,” paparnya.
Ia berharap, peserta didik bisa fokus belajar empat hari ke depan untuk menyelesaikan soal-soal UNBK secara mandiri. Pasalnya, menurut Ahmad, dalam UNBK dipastikan tidak ada bocoran dari mana pun untuk para pesertanya.

Usai pelaksanaan UNBK SMK selama empat hari, rencananya pada 9 April dilanjut dengan UNBK SMA selama empat hari pula. Kemudian, 20 April pelaksanaan UNBK di tingkat SMP.

Terpisah, Sekretaris Disdik Kota Bogor, Jana Sugiana memastikan bahwa pelaksanaan UNBK di tingkat SMK siap digelar hari ini. Pasalnya, persiapan tersebut sudah dilakukannya sejak jauh-jauh hari. “Sudah siap, yang disiapin semua, dari awal mulai daftar peserta harus sudah terdaftar semuanya,” ujarnya.

Meski dilakukan secara online, menurutnya, pengawasan tetap dilakukan secara ketat. Ia mewujudkannya dengan metode pengawasan secara acak. Artinya,
masing-masing guru ditugaskan menjadi pengawas di sekolah lain. “Pengawasnya dari Bogor juga tapi disilang, tidak dari sekolah yang sama,” kata Jana.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melansir ada 1,4 juta siswa SMK di 12 ribu lebih sekolah menjadi peserta UN tahun ini.

UN SMK yang berlangsung empat hari ke depan, diawali dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Kemudian disusul matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, UN kali ini digelar dalam format komputer (ujian nasional berbasis komputer/UNBK) dan konvensional (ujian nasional berbasis kertas dan pensiun/UNKP). Kemendikbud menyebutkan sebanyak 1.459.062 siswa SMK melaksanakan UNBK. Sisanya sebanyak 26.240 siswa SMK tetap menjalankan ujian menggunakan kertas.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan penyeleng­garaan UN secara umum setiap tahunnya makin baik. ’’Dan sekarang harus diapresiasi,’’ katanya saat dihubungi kemarin (1/4).

Di antara yang membuat Unifah mengapresiasi kegiatan UN adalah semakin banyak peserta UNBK. Unifah menuturkan, dalam penyelenggaraan UNBK sendiri setiap tahun selalu ada peningkatan. Selain dari jumlah siswa yang menggunakan komputer, juga layanan penunjang lain. Seperti akses internet, listrik, dan perangkat komputernya sendiri. Dia mengatakan akses komputer harus terus ditingkatkan. Bahkan, Unifah mengatakan, ke depan seluruh siswa mengerjakan UN dengan komputer.

Menyongsong hari pertama pelaksanaan UNBK hari ini, Unifah berharap siswa bisa tenang dalam mengerjakan ujian. Tidak perlu terpengaruh kabar-kabar adanya bocoran soal ujian. Dia meyakini, selama proses belajar dilakukan dengan tuntas, siswa tidak akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan UN.

Apalagi, nilai UN juga tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan. Sehingga siswa tidak perlu tegang berlebihan menghadapi UN. Kepada seluruh guru juga diharapkan menjadi teladan kejujuran. (fik/jp/d)

Baca Juga