Beranda Berita Utama

BIJB Layani 14 Rute Penerbangan

BERBAGI
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. (Instagram/humasptjasasarana)

MAJALENGKA-RADAR BOGOR,Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengklaim, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka telah mencapai 91 persen. BIJB pun diprediksi bisa segera beroperasi Juni 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, saat ini ada beberapa pekerjaan sudah rampung. Di antaranya infrastruktur penunjang bandara, serta RAM simpang susun yang pengerjaannya sudah mencapai angka 100 persen.

Sementara untuk pengerjaan terminal penerbangan utama penumpang sudah 93 persen, dan bangunan penunjang operasional bandara 93,86 persen. ”Sehingga posisi hingga 18 Maret 2018 pembangunan BIJB secara keseluruhan sudah 91,29 persen,” urai Iwa.

Menurut dia, agar target pengoperasian BIJB terealisasi Juni 2018, pihaknya terus berupaya menyelesaikan beberapa persoalan, yaitu terkait akses jalan masyarakat dan saluran drainase.

Belum lama ini, sejumlah maskapai penerbangan sudah melakukan kerja sama. Salah satunya, Lion Air Group. Lion Air Group membawahi sejumlah maskapai seperti seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air di Indonesia, Malindo Air di Malaysia, dan Thai Lion Air yang berbasis di Thailand.

Lion Air Group akan melengkapi kebutuhan sarana transportasi udara penerbangan dari dan menuju Jawa Barat. Sejauh ini sudah 14 rute penerbangan yang akan dilayani BIJB. Sepuluh rute penerbangan domestik yang akan melayani beberapa daerah. Di antaranya Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali. Adapun untuk internasional yakni Singapura, Thailand, Malaysia, dan Arab Saudi.

Sementara itu, dengan adanya proses sterilisasi kawasan bandara, maka aktivitas warga di sejumlah desa yang akses jalannya terpotong kawasan bandara sudah pasti terganggu. Warga harus bersabar hingga enam bulan ke depan hingga aksesnya kembali normal.

Jalan lingkar luar bandara, sebagai jalan pengganti bagi akses masyarakat yang terputus, baru akan dikerjakan. Itu karena pembiayaannya didanai oleh anggaran negara yang baru turun di tahun anggaran 2018 ini.(rc)

Komentar Anda