Beranda Politik

Bidik Potensi Wisata Berbasis Sungai

EKSPRESIF: Calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya-Dedie A Rachim sangat antusias menyusuri Sungai Ciliwung.

BOGOR–RADAR BOGOR,Sungai merupakan sumber kehidupan. Sumber air ini pun bisa berfungsi sebagai tempat wisata alam dan olah­raga, jika dikelola dengan baik. Beruntung, Kota Hujan dilintasi banyak aliran sungai yang bisa dikem­bangkan menjadi wisata berbasis air sehingga mem­berikan nilai lebih di bidang ekonomi bagi warga sekitar.

Melihat potensi yang belum tergarap itu, pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Bogor, Bima Arya-Dedie Rachim terjun langsung me­nyusuri Sungai Ciliwung untuk melihat dan merasakan sendiri atmosfer arung jeram di pusat kota tersebut.

Bertajuk ‘Badra Ekspedisi Cili­wung’ Bima-Dedie melintasi trek ‘perawan’ sejauh lima kilo­meter. Keduanya bahkan berhasil menaklukkan jalur yang baru pertama kali dilintasi oleh perahu karet hingga garis finish di kawasan Sempur, dari start sebe­lumnya di kawasan Pulo Geulis, Bogor Tengah, tersebut.

Dengan kontur unik dan melintasi Kebun Raya, Sungai Ciliwung memiliki daya tarik luar biasa untuk dijadikan pengem­bangan sport tourism.

Dari pantauan, tidak sekadar menyusuri sungai untuk pe­ngem­bangan wisata, ada misi lain yang coba digaungkan oleh Bima-Dedie. Pasangan nomor urut 3 dalam Pilwakot Bogor ini juga terlihat membawa plastik sampah berukuran besar. Bima-Dedie dan rombongan tampak menepi setiap mene­mukan tumpukan sampah yang dibuang oleh warga.

”Salah satu tantangan untuk menjadi sungai sebagai objek wisata adalah harus bersih. Kami tadi menemui banyak warga di bantaran sungai.Namun kami sampaikan pada warga agar menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai,” ungkap Bima Arya didamping Dedie Rachim, akhir pekan kemarin.

Tampak pula keseruan di wajah para peserta ‘Badra Ekspedisi Ciliwung’. Jeram-jeram sedang hingga menantang dilintasi oleh mereka. Di sepanjang tepian sungai, terdapat aneka tumbuhan yang menghijau, bebatuan unik, jem­batan peninggalan Belanda, dan jajaran pemukiman penduduk.

Sesekali bahkan muncul hewan-hewan ekostik seperti biawak, musang, dan tupai, khususnya saat melintasi jalur sungai di dalam Kebun Raya Bogor.

Sementara itu, tampak dalam rombongan adalah salah satu expert di bidangnya, yakni Haris Budiyanto yang juga pengurus Persatuan Arung Jeram Indonesia (PAJI) Pengcab Kota Bogor.

Menurut dia, lintasan arung jeram yang dilalui Bima-Dedie merupakan pengarungan pertama kali karena belum pernah dilalui oleh siapa pun sebelumnya.(*/ric)

Baca Juga