Beranda Traveling

Pesona Alam dan Budaya Golestan, Iran

BERBAGI
WARISAN BUDAYA: Tugu di Gonbad-e Kavus hanya tersusun dari batu bata.

SEBAGAI negara yang berada di kawasan Timur Tengah, Iran sering dilirik hanya dari kaca mata politik. Padahal, negara itu menyimpan berbagai peninggalan sejarah, alam, dan budaya yang kaya.

Sayang, karena keterbatasan waktu, para traveler kebanyakan hanya menyisir kota-kota terkenal Iran yang berada di jalur sutera seperti Isfahan, Shiraz, dan Yazd. Pengalaman saya traveling ke Provinsi Golestan memberikan catatan, masih banyak tempat-tempat menarik lain di Iran yang bisa dikunjungi.

Nama Golestan mengingatkan saya pada judul buku kumpulan puisi Saadi yang artinya taman bunga. Berbeda dengan sebagian besar wilayah Iran yang berupa gurun, provinsi tersebut dikelilingi pegunungan, hutan-hutan, dan taman nasional yang indah.

Pada musim-musim semi dan panas, ribuan turis membanjiri tempat itu untuk menikmati keindahan alam pegunungan atau sekadar merasakan udara sejuk. Tapi, bagi saya, Golestan di musim gugur pun tak kalah indahnya. Gradasi warna dedaunan memanĀ­jakan setiap pasang mata yang menatapnya, terutama di kawasan menuju Desa Ziarat.

Bahagia rasanya bisa sampai di sebuah tempat yang dulu hanya saya kagumi di layar kaca. Desa yang terletak 17 km dari pusat Kota Gorgan ini pernah menjadi setting salah satu serial TV Iran. Suasana Desa Ziarat pagi itu benar-benar membangunkan memori saya tentang sebuah desa impian.

Udara segar, kabut tipis yang terbang rendah, dan jembatan tua mengantar perjalanan kami menuju jernihnya air terjun. Selain menikmati keindahan alam, ada satu tujuan penting di desa tersebut. Situs bersejarah berupa makam penyebar agama Islam bernama Imamzade Abdullah.

Makam itu berada di dalam sebuah masjid yang indah. Posisi masjid dikelilingi bukit-bukit kecil yang memesona. Seorang penduduk lokal menceritakan, karena keberadaan makam itulah, tempat tersebut dinamai Desa Ziarat.

Sebuah petunjuk lain menyebutkan, penamaan Desa Ziarat itu disematkan jauh sebelum keberadaan makam bersejarah, yakni sejak sekelompok pengikut Budha yang beristirahat dan berdoa di kawasan tersebut. Entahlah, sumber mana yang lebih tepat.

Yang jelas, aura Desa Ziarat memang mampu menghadirkan ketenangan tersendiri bagi para pengunjung. Setidaknya, itulah yang saya rasakan.

Baca Juga