Beranda Berita Utama

Tarif Ojek Online Naik

BERBAGI
Foto: Ismail Pohan/INDOPOS
PROTES: Pengemudi taksi daring (online) dari berbagai komunitas berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/3).

JAKARTA–RADAR BOGOR,Selama ini, perusahaan aplikasi transportasi daring (online) tidak meng­­anggap para driver sebagai karya­wannya. Mereka menyebut mereka dengan “Mitra”. Sampai saat ini, definisi mitra masih kabur sehing­ga hak-hak para pengemudi pun tidak jelas.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkapkan, bahwa pemerintah harus segera menegaskan definisi dari “Mitra-Pengemudi” ini.

Pasalnya, para aplikator kerap berlindung dibalik kata “Mitra” dan mengabaikan hak-hak para driver angkutan online. Akhirnya, gaji pun ditentukan seenaknya.

“Tidak jelas, gimana gajinya, gimana jaminan sosial BPJS –nya, jaminan kecelakaan kerja dan hari tuanya juga,” katanya. Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini

Komentar Anda