Beranda Metropolis

Hasil Sarasehan ARSSI Mengkaji Masalah Rumah Sakit

BERBAGI
CARI SOLUSI: Para pengurus dan anggota ARSSI foto bersama usai sarasehan di Bogor Icon, kemarin.

BOGOR–RADAR BOGOR, Peran agama sangat penting dalam menangkal hoax di masyarakat. Salah satu elemennya, yaitu ulama, menjadi ujung tombak melawan hoax.

“Dalam Alquran, sesuatu berita atau kabar apa pun harus tabayun, diklarifikasi. Bahaya berita bohong dan dosanya sudah dijelaskan pula seperti apa,” ujar Kiai Zainal Abidin, ketua Majelis Taklim Al-Ishlah di Cimanggu Lamping RT 03/01, Kelurahan Kedungwaringin, Kecamatan Tanahsareal, yang ditemui Radar Bogor, kemarin.

Menurut Kiai Zainal, cara menangkal hoax dalam perspektif Islam adalah melalui Alquran dan ulama. Mulai dari memperkuat ilmu agama, baik amalan ibadah, maupun kajian ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Seperti yang rutin dilakukan di pengajian setiap malam, bila warga mendapatkan informasi tidak langsung membenarkan.

“Singkatnya, masyarakat bisa paham akan bahaya hoax. Elemen penangkal hoax, ulama didorong oleh Polri, TNI dan pemerintah untuk melawan hoax,” ucapnya.

Pembahasan hoax ini, lanjut kiai, telah dideklarasikan pada Bogor Bersholawat dan Tabligh Akbar yang digelar bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Jumat (23/3) pekan lalu.  Pembacaan Deklarasi Anti Berita Hoax, dilakukan tokoh masyarakat setempat. Kemudian, peringatan Isra Mikraj juga diisi dengan penyampaian tausiyah dari Habib Novel Al-Aydrus.

Lanjutnya, acara itu mengusung tema  “Mari Kita Galang Persatuan dan Perkokoh Persaudaraan Menjelang Pesta Demokrasi”. Sebagai tuan rumah, Majelis Taklim Al-Ishlah diharapkan bisa mengedukasi masyarakat.

“Kami satu misi agar menghindar dan melawan hoax,” ungkapnya.

Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman  menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang diadakan MT Al-Ishlah.(don/c)

Komentar Anda

Baca Juga