Beranda Pendidikan

Calon Presma Universitas Djuanda Adu Debat

MERIAH: Ribuan mahasiswa baru membentuk formasi menyerupai lambang Universitas Djuanda (Unida) Bogor di lapangan kampus, kemarin.

CIAWIRADAR BOGOR, Debat kandidat pasangan calon presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa Universitas Djuanda Bogor Periode 208-2019, berlangsung sengit di depan gedung E, Universitas Djuanda Bogor, kemarin (28/3).

Acara debat kandidat tersebut dibagi dalam beberapa sesi dan dimoderatori langsung Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Mohammad Luthfie. Sesi pertama, masing-masing pasangan calon memaparkan visi-misi. Dimulai dari pasangan calon nomor urut 1,  Fakhri Lutfiansyah dan Sumantri yang kemudian dilanjutkan oleh calon nomor urut 2, Muhammad Arifin dan Iqbal Habibi.

Fakhri Lutfiansyah menuturkan bahwa saat ini BEM harus dapat menjadi fasilitator bagi mahasiswa.

“Sehingga saya memiliki visi yaitu membentuk BEM KM Universitas Djuanda yang kritis, inovatif, dan bersinergi dengan seluruh organisasi mahasiswa kampus yang berlandaskan tauhid,” ujarnya.

Sedangkan, pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Arifin-Iqbal Habibi menyampaikan visinya yaitu bersinergi dalam mengabdi, solutif alam berpikir yang berorientasi pada nilai-nilai kritis, iptek dan ketauhidan.

”Yang perlu kita kedepankan untuk satu tahun ke depan, pertama-pertama birokrasi, optimalisasi peran mahasiswa dan pergerakan mahasiswa di luar,” tutur Arifin.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Presiden Mahasiswa UNIDA periode 2018-2019, Muhammad Nur Akbar berharap penyelenggaraan debat kandidat tersebut dapat memberikan informasi bagi para mahasiswa untuk tidak salah menentukan calon pemimpin mereka.

”Setidaknya memberikan gambaran bagi kita para mahasiswa untuk dapat memilih pemimpin”, ujar Akbar dalam sambutannya.

Dalam ajang debat kali ini, panelis yang memberikan pertanyaan kepada para calon kandidat. Adapun panelis antara lain adalah Ridwan Irawansyah selaku kepala Biro Administrasi dan Akademik yang membawahi bidang kemahasiswaan serta Muhammad Sandi Maftuh yang merupakan presiden mahasiswa UNIDA periode 2017-2018.(cr1/c)

Baca Juga