Beranda Politik

”Nyunda” Bareng Bima-Dedie

BERBAGI
AKRAB: Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor Bima Arya-Dedie A Rachim tertawa lepas dalam obrolan santai dengan mantan Presiden SBY di Restoran de’Leuit, Bogor Timur, kemarin (26/3).

BOGOR–RADAR BOGOR,Lawatan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bogor dimanfaatkan betul calon wali kota dan wakil wali kota Bogor Bima Arya-Dedie A Rachim (Badra), kemarin (26/3).

Kebetulan, keduanya diundang langsung SBY untuk santap siang bersama. Bertempat di restoran de’Leuit, Bogor Timur, Kota Bogor, Ketua Umum Partai Demokrat itu datang tidak sendiri. Sang istri, Ani Yudhoyono, dan putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), ikut menemani.

Bima-Dedie tampak satu meja dengan Yudhoyono family. Semuanya menyantap masakan yang sudah dipesan SBY setiap berkunjung ke Bogor, yakni menu khas Sunda. Mulai dari rujak pengantin, gurami, ayam goreng Bogor, sapi lada hitam, baby kailan cah bawang putih, tahu, tempe dan bakwan jagung serta tak lupa sambel cobek.

Usai makan, SBY terlihat berbincang cukup serius dengan orang-orang yang ada di hadapannya. Terlihat juga kader-kader kawakan Demokrat seperti Max Sopacua, Syarief Hasan, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Dodi Setiawan dan Tim Formatur sekaligus Wakil Ketua Tim Pemenangan Bima-Dedie, Ferro Sopacua.

Dalam kesempatan itu, SBY terlihat memberikan arahan khusus kepada Bima Arya dan Dedie Rachim yang duduk di sampingnya dengan gaya sedikit berbisik. Bima tampak mengangguk-angguk mendengarkan arahan tersebut. Seolah menjawab pernyataan SBY. Bima juga sesekali memberikan penjelasan kepada SBY. Sementara, Dedie tampak berdiskusi dengan Ibas yang merupakan ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) Partai Demokrat.

Usai menemani SBY, Bima menyatakan bahwa dirinya diminta fokus untuk menuntaskan berbagai persoalan di masyarakat. Terlebih, saat ini, ada kenaikan harga bahan bakar yang dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak ekonomi warga di daerah.

”Kami diminta untuk mengantisipasi gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh kenaikan BBM. Untuk mengurangi beban pusat. Di atas (pusat) harga naik, di daerah membantu agar tidak hanya menjadi beban tersendiri bagi pemerintah pusat,” ungkap Bima, menirukan arahan SBY kepadanya. (gal/c)

Baca Juga