Beranda Metropolis

Jadikan Jalan Ardio Kawasan Warna-Warni

BERBAGI

BOGOR–RADAR BOGOR, Setiap hari, lebih dari 30 ribu pengguna kereta api datang ke Stasiun Bogor.  Commuter line itu pun akan melalui beberapa permukiman padat penduduk, salah satunya kawasan Jalan Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah.

Nah, jika biasanya para pengguna kereta melihat kawasan Ardio dari jendela tampak kumuh dan dipenuhi bangunan liar. Ke depannya, kawasan itu akan dipercantik.

Camat Bogor Tengah Agustiansyah mengatakan,  lokasi di sepanjang jalan kereta, tepatnya di kawasan Ardio, akan disulap menjadi lokasi wisata. Nantinya, di lokasi tersebut dijadikan kawasan warna-warni dan menawarkan berbagai jenis kuliner serta usaha ekonomi kreatif. Termasuk, spot-spot untuk foto yang instagramable.

“Bertolak dari pemikiran bahwa kawasan Ardio itu merupakan gerbang pintu masuk ke wilayah Kota Bogor,” kata mantan Kabid Dalops di Satpol PP ini kepada Radar Bogor, kemarin (23/3).

Agus menuturkan, kawasan itu dipilih karena setiap hari dan akhir pekan, sekitar 20–30 ribu penumpang datang dari Jakarta ke Bogor. Sayangnya, kata dia, penumpang atau wisatawan disuguhkan pemandangan lokasi kumuh.

“Padahal, biasanya ketika kereta-kereta melintas di jalur Pasar Anyar dan kawasan Ardio, pergerakannya pelan-pelan karena dekat dengan keramaian,” kata Agus.

Berangkat dari pemikiran itu, Kecamatan Bogor Tengah bersama warga bermusyawarah melibatkan pemuda. Meski dukungan masyarakat belum banyak, Agus tak patah arang dengan warga yang pesimis. Sebagian menilai, sulit mengu­bah permukiman tersebut.

“Saya tidak begitu, saya yakin sumber daya manusia warga di sana sportif, terutama para pemudanya. Kita akan tata kawasan itu. Permukiman  itu ada yang permanen, ada yang tidak,” jelasnya.

Agus menjelaskan, ada dua kawasan yang dilintasi kereta di Kecamatan Bogor Tengah. Pertama,  di Kelurahan Pabaton Jalan Abesin, di mana lokasinya sangat kumuh dan dipenuhi bedeng kayu. Kedua, di Jalan Ardio, Kelurahan Cibogor, yang kondisinya juga tak jauh beda.

Lokasi yang dipenuhi bedeng, kata Agus, akan dibenahi dan ditertibkan sekaligus ditata agar tidak kotor.  Sedangkan, di kawasan Ardio akan disulap menjadi kawasan warna-warni dengan konsep lingkungan, hidroponik, wisata, dan ekonomi kreatif.

“Di sana nanti diberi cat warna dan gambar mural,” katanya.

Terpenting adalah, lanjut Agus, kecamatan bersama-sama warga mengubah kawasan tersebut. Saat ini kecamatan memiliki konsep desain yang  dibahas bersama warga. Anggarannya akan dicari  sendiri meski tidak melalui APBD.

Misalnya, kata dia, dengan perusahaan cat yang belum lama ini memural kawasan Pulo Geulis.  Perusahaan tersebut juga sedang menagih konsep dari kecamatan dan masyarakat. Pemerintah menargetkan progam bisa berjalan dalam kurun empat bulan ke depan.

Agus menambahkan, terwujudnya permukiman yang bersih dan cantik adalah harapan seluruh masyarakat. Sebab,  kegiatan ini adalah murni gerakan masyarakat yang selama ini menanti adanya perubahan. Menurutnya, seni kepemimpinannya adalah mengge­rakkan hati masyarakat ketim­bang memerintah.

“Terutama untuk anak mudanya, ide mereka banyak. Dalam meme­gang sinergitas, partisipasi masyarakat, dan support pemerintah,” pungkasnya.(don/c)

Komentar Anda

Baca Juga