Beranda Olahraga All Sport

Boleh Saja Menang

BERBAGI
KALAH CEPAT: Marc Marquez finis di posisi kedua di belakang Dovizioso pada MotoGP Qatar.

LOSAIL–RADAR BOGOR, Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso boleh menang pada MotoGP Qatar. Namun, sang juara bertahan, Marc Marquez (Repsol Honda) yang finis hanya beberapa sentimeter di belakang Dovi, justru menunjukkan bahwa Honda telah mengalami kemajuan.

Di trek yang sama sekali bukan favorit Honda, Marquez nyaris saja juara.  Sejatinya, Honda RC213V dirancang untuk bisa berakselerasi baik di sirkuit-sirkuit MotoGP yang didominasi tikungan-tikungan ketat.

Sirkuit Losail berkarakter cepat dan mengalir. Setiap lengkung tikungannya, langsung mengarah pada tikungan selanjutnya. Jadi, overtaking cukup sulit dan daya cengkeram sisi ban sangat penting.

Marquez sendiri hanya sekali berdiri di podium teratas Losail dalam tiga musim terakhir. Dua kali, sang juara bertahan finis tujuh detik di belakang sang juara. Namun Minggu (18/3), posisinya sangat dekat.

Bahkan, dia sangat bisa merebut kemenangan. Bisa jadi Marquez sudah memprediksi jika usahanya memburu Dovi tidak akan berhasil. Tapi, bukan Marquez namanya kalau tidak menuntaskan rasa penasarannya.

”Kalau tidak (mencoba), saya tidak akan bisa tidur. Sekarang saya bisa tidur nyenyak,’’ ucap Marquez kepada Autosport.

Di Qatar, Marquez sebenarnya masih menggunakan sasis 2017. Jadi, yang membedakan RCV-nya dari tahun lalu adalah mesin. Honda Racing Corporation (HRC) melakukan perubahan besar-besaran pada DNA mesinnya dalam dua musim belakangan. Pada 2016, mereka mengubah arah putaran crankshaft menjadi terbalik. Istilah teknisnya reversed rotating crankshaft atau counter rotating crankshaft. Ini berarti perputaran bandul mesin (crankshaft) dibuat berbalik dengan arah putaran roda.

Honda bisa dibilang menjadi pabrikan terakhir yang mengubah mesinnya menjadi reversed rotating crankshaft. Dengan sistem tersebut, motor lebih mudah ditekuk saat masuk dan keluar tikungan.

Tahun lalu, Honda juga kembali mengikuti jejak Yamaha dan Ducati untuk mengubah konfigurasi pengapian mesin dari screamer menjadi big bang. Pergantian ini terbukti mengurangi spin pada roda yang dampaknya akan membuat ban lebih awet.

Marquez dan pembalap Honda lainnya kini bisa mengendarai motor dengan lebih natural. Top speed RCV juga bertambah.

”Dovi lebih cepat,’’ kata Marquez dikutip Motor Sport Magazine.

”Target saya memang hanya mengontrolnya. Saya sudah berada pada batas maksimal motor dan sudah mengalami selip di beberapa titik lintasan. Tapi saya mampu bertahan dan bertarung sampai tikungan terakhir,’’ imbuhnya.

Dengan motor barunya Marquez tidak lagi berkendara di luar gayanya seperti musim lalu. Meski keluar sebagai juara dunia, bintang 25 tahun tersebut banyak mengubah gaya balapnya untuk menyesuaikan dengan kelemahan Honda yang sulit dikendalikan. Alhasil, rerata kecelakaan Marquez tahun lalu sangat tinggi, yakni 1,5 kali per balapan. Sedangkan di Qatar, mulai dari sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan, Marquez aman-aman saja.(cak/nur)

Komentar Anda

Baca Juga