Beranda Berita Utama

Setnov Sebut Pram dan Puan


BERSAKSI: Setya Novanto memberikan keterangan dalam sidang e-ktp di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/3).

JAKARTA–RADAR BOGOR,Setya Novanto kembali menyebut keterlibatan sejumlah politikus dalam persidangan kasus korupsi e-KTP, kemarin (22/3). Dua di antara sembilan nama yang disebut adalah nama baru. Tidak tanggung-tanggung, nyanyian baru Setnov itu menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung.

Ketika kasus e-KTP terjadi pada 2011–2012, Puan dan Pram adalah anggota DPR. Puan menjadi ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Pram adalah wakil ketua DPR juga dari PDIP.

Kini Puan menjabat menteri koordinator bidang pem­bangunan manusia dan kebudayaan (PMK). Pram kini menjabat sekretaris kabinet (Seskab).

Di depan majelis hakim, Setnov menyebut Puan dan Pram masing-masing menerima USD 500 ribu (sekitar Rp 6,75 miliar).

”Tidak mengurangi rasa hormat saya dan saya minta maaf kalau saya sebutkan di sini (persidangan, Red), adalah Puan Maharani 500 ribu dan untuk Pak Pramono 500 ribu,” kata Setnov. Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini

 

Baca Juga