Beranda Metropolis

Olah Limbah Medis dengan Teknologi Ramah Lingkungan

BERBAGI
Ilustrasi kamar rawat di sebuah rumah sakit

BOGOR–RADAR BOGOR, Pengolahan limbah medis yang bersumber dari rumah sakit-rumah sakit, penting dilakukan agar tidak terbuang ke tempat-tempat yang menjadi aktivitas masyarakat. Karena itu, dibutuhkan teknologi ramah lingkungan untuk mengolah limbah tersebut.

Hal itu dikupas habis dalam seminar nasional bertema “Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengolahan Limbah Medis di Fasyankes”, yang berlangsung di gedung RS Marzuki Mahdi, Sabtu (17/3) pekan lalu.

“Kami sudah sering menyosialisasikan dengan LH, bahkan pertemuan rumah sakit, dan puskesmas sudah bekerja sama. Nilai jualnya pun murah,” ujar Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) Bai Kusnadi, di sela-sela acara.

Ia juga mengatakan, penerapan teknologi ramah lingkungan supaya para ahli kesehatan bisa mengetahui cara aman ketika barang tersebut sudah tidak terpakai dan tak disalahgunakan pihak lain.

“Bagaimana cara pengelolaan sesuai standar. Sehingga tidak sembara­ngan, dan ada aturan tertentu yang harus diikuti,” kata Bai.

Hal sama dikatakan Kasi Kesling dan Kesja Dinkes Kota Bogor Farida. Dia  menuturkan, perlu pengetahuan yang jelas tentang daur ulang pengolahan limbah medis. Sebab, di wilayahnya sendiri semuanya sudah disosialisasikan sampai ke puskesmas.

“Artinya, penera­pan teknologi tersebut menjadi alternatif sebagai bahan bagi semua pihak di bidang kesehatan,” tuturnya

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI) Saut Marpaung mengung­kapkan, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan hampir semua rumah sakit terkait daur ulang limbah medis.

“Tentu peraturan sudah ketat, dan tak sembarang mengambil limbah medis. Karena, kami biasanya membersihkan terlebih dahulu agar steril ketika akan didaur ulang dan angka kumannya standar,” katanya.

Ia juga menuturkan, ada beberapa jenis kategori limbah medis yang nantinya bisa dijual kembali ke pihak rumah sakit.

“Tiap wilayah pun sudah ada koordinatornya, dan jenis daur ulang itu seperti kemasan farmasi, infus segel gas, botol, yang memang tidak terlalu berbahaya,” tuturnya. (nal/c)

Baca Juga