Beranda Metropolis

Perlunya Regenerasi Petugas Pemulasaraan

PEDULI: Sekdakot Ade Sarip didampingi pengurus PPIB, Kandepag dan MUI membuka pelatihan pemulasaraan jenazah.

BOGOR–RADAR BOGOR, Kurangnya minat generasi muda terlibat atau menjadi petugas pemulasaraan jenazah menjadi salah satu fokus yang diperhatikan Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB). Pasalnya, saat ini para petugas pemulasaraan di Kota Bogor, banyak dilakukan para amil yang usia lanjut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat saat membuka pelatihan pemulasaraan jenazah tingkat Kota Bogor 2018 di gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Rabu (21/3).

“Kaderisasi sangat diperlukan mengingat tidak banyak generasi muda yang bersedia menjadi petugas pemulasaraan jenazah. Umumnya hanya dilakukan para amil yang usianya sudah lanjut,” bebernya kepada Radar Bogor.

Oleh karenanya, dia berharap pelatihan ini dapat menjadi awal dari kelahiran para pemulasara jenazah dari kalangan generasi muda. Sekaligus menjadi pembentuk tim pemulasara jenazah di lingkungan permukiman masing-masing. 

Ade mengatakan, terkait penanganan jenazah, selain harus memiliki bekal cukup dalam ilmu fikih, masyarakat juga perlu mempunyai bekal pengetahuan dari aspek kesehatan. 

Jenazah yang perlu ditangani tidak semuanya berada dalam kondisi yang wajar, dalam arti kondisi fisiknya utuh. Misalnya akibat kecelakaan dan terkadang ada pula jenazah yang penanganannya harus dilakukan secara khusus dengan hati-hati.

“Berdasarkan pemikiran seperti itu, maka dipandang perlu dilakukan pelatihan seperti ini,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasubag Bina Mental dan Rohani Adkesra Setdakot Bogor Andri menjelaskan, Pemkot Bogor sudah empat tahun berturut-turut menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah. Untuk 2018 atau angkatan ke-4 diikuti 100 peserta perwakilan dari 68 kelurahan se-Kota Bogor. 

Dia menyebutkan, tujuan pelatihan ini untuk me­mantapkan masalah syariat pemulasaraan jenazah. Kedua, peningkatan dari kualitas para peserta pemulasaraan jenazah, dan ketiga adalah regenerasi amil jenazah kepada generasi muda.

“Peserta yang ikut pelatihan ini dapat mengajak generasi muda lain untuk berperan serta bagaimana cara pemulasaraan jenazah yang baik dan benar,” katanya. 

Ia berharap ketika peserta menjadi pengurus amil jenazah, mereka memiliki ilmu yang sesuai syariat agama.  

“Memandikan jenazah itu tidak sembarangan. Amil jenazah harus memahami tentang ilmu pengurusan jenazah sehingga ketika dimakamkan harus betul-betul sudah sempurna,” ujarnya. 

Andri menyebutkan, yang menjadi narasumber di antaranya Ade Sarmili dan Dede Supriatna dari Kantor Kementerian Agama Kota Bogor serta KH Muhammad Taufiq Hudori, ketua Fatwa MUI Kota Bogor.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setdakot Bogor Iman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor Ansurullah, dan perwakilan dari MUI Kota Bogor.(ran/b)

Baca Juga