Beranda Berita Utama

Ingin Terbang Tandem Bersama sang Ibu

Foto: Falahi Mubarok/ Radar Malang
BERDUKA: Tangis Salshi Hanifah (memegang topi), ibu Kolonel Pnb MJ Hanafie (49) di kediamannya, Perum Dirgantara Blok C-4 nomor 37 Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (21/3/2018).

MALANG-RADAR BOGOR,Suasana pemakaman jenazah almarhum Kolonel Pnb Muhammad Jusuf Ha­nafie berlangsung haru di Taman Ma­kam Marga Baka area Lanud Abd Saleh, kemarin (21/3).

Pilot pertama Pesawat Tempur Sukhoi ini tewas setelah mengalami kecelakaan saat menerbangkan Pesawat latih Super Decathlon di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (20/3).

Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Baitturachman Lanud Abd Saleh. Kemudian, jenazah dibawa ke rumah duka di Perumahan Dirgantara

Kota Malang untuk disemayamkan sejenak. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Taman Makam Marga Baka untuk dimakamkan menggunakan prosesi upacara militer.

Upacara tersebut dipimpin Direktur Umum Kodiklat TNI AU, Marsma TNI Irbianto Avianto. Prosesi pemakaman secara militer berlangsung haru. Tembakan salvo dari para prajurit TNI AU menjadi pertanda peti jenazah mulai diturunkan ke liang lahat. Setelah sampai di dasar, kemudian peti jenazah ditaburi bunga, lalu ditimbun dengan tanah.

Prosesi pemakaman itu dihadiri langsung keluarga almarhum seperti istrinya bernama Lorensia Herienda, ibundanya Salsih Hanifah dan ketiga anaknya. Kakak almarhum Kolonel Pnb Muhammad Jusuf Hanafie, Eva Nawang Wulan mengatakan, dua minggu sebelum meninggal, sebenarnya sudah ada firasat yang ditunjukkan oleh Hanafie.

“Dia (Hanafie) titip anak-anaknya kepada saya. Tidak biasanya seperti itu, mungkin sudah pertanda akan terjadi peristiwa ini,” ujarnya kepada wartawan. Dia menjelaskan, selain itu, Hanafie juga menginginkan terbang tandem bersama ibunya. Rencananya, terbang tandem itu dilakukan pada Jumat (23/3) besok.

“Dia (almarhum) mau meng­ajak ibu terbang dari Cilacap ke Jakarta, usai acara wisuda pilot Genesa Flight Academy. Namun, takdir berkata lain,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Umum Kodiklat TNI AU, Marsma TNI Irbianto Avianto, Kolonel Pnb Muhammad Jusuf Hanafie merupakan salah satu instruktur pilot terbaik Kodiklat AU.

“Almarhum merupakan pilot pertama pesawat tempur Sukhoi. Sedangkan keberadaan almarhum di Cilacap merupakan bagian dari persiapan wisuda pilot Genesa Flight Academy,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan kejadian ini Kodiklat TNI AU berduka. Lantaran kehilangan salah satu pilot terbaik yang dimikili.

“Tentunya saya sebagai Direktur Umum Kodiklat TNI AU maupun secara pribadi, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga yang ditinggalkan. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar atas musibah ini,” pungkasnya. (mpc)

Baca Juga