Beranda Metropolis

Satu Kecamatan Satu Taman

BERBAGI
TAMAN BARU: Warga dari paguyuban membersihkan sampah kering di lapangan Manunggal, yang tahun ini akan dipercantik menjadi taman.

BOGOR–RADAR BOGOR, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) kembali menargetkan satu taman satu kecamatan. Di tahun ini, lokasi yang disasar adalah fasos fasum permukiman, yang diawali di Taman Manunggal, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat.

“Target satu kecamatan satu taman, lebih banyak lebih bagus. Kami geber melalui land banking. Jika ada taman, lahan kami beli,” ujar Kepala Bidang Pertamanan Disperumkim, Agus Gunawan kepada Radar Bogor.

Agus melanjutkan, lahan yang dibidik merupakan fasos fasum milik pemkot melalui intervensi. Lahan lain bisa berasal dari swadaya masyarakat setempat. Menurutnya, pembangunan taman ini untuk fasilitas masyarakat. Fungsi taman sendiri, kata Agus, sebagai fungsi sosial interaksi, olahraga, dan berkreasi.

“Menyasar taman yang berada di kawasan permukiman. Kami bisa mencontoh Kota Bandung, satu taman satu kecamatan,” katanya.

Agus menjelaskan, taman juga berfungsi sebagai tempat menghilangkan stres. Seperti diketahui, kata dia,  lingkungan perkotaan memiliki beban kerja yang padat. Sehingga  warga rentan mengalami stres.

“Keberadaan taman bisa sedikit mengurangi stres. Apalagi kalau ada kicauan burung dan kolam airnya. Perasaan bisa tenang,” katanya.

Di sisi lain, konsep satu kecamatan satu taman bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Bukan hanya dilihat dari sisi fisik, melainkan juga kualitas psikologis atau psikis. Lanjut Agus, dengan merasakan ketenangan hidup di antara masyarakat dan bisa merasakan kenyamanan di lingkungannya, sudah mencerminkan kualitas hidup seseorang yang baik.

Ke depannya, sebagian taman akan dibuat area refleksi akupunktur. Seperti di Taman Sempur dan Taman Kencana, termasuk taman yang akan dibangun yakni Taman Manunggal. Taman itu, lanjutnya, masuk pada rencana taman skala kota. Sosialisasi  pembangunan taman juga sudah dilakukan di Kelurahan Menteng dan perkumpulan Sekolah Sepak Bola.

“RT RW kelurahan sudah, kemudian dengan Balitro. Saat ini sedang  disusun RAB dan desainnya, sudah hampir selesai. Kalau tak ada halangan, April akan segera dilelangkan,” terangnya.

Menurut Agus, Taman Manunggal tidak akan meninggalkan fungsinya sebagai lapangan sepak bola. Hanya saja, lokasinya lebih ditata dan ditambah dengan berbagai fasilitas. Mulai dari tribun, ruang ganti, dan tempat bermain anak, pos Park Ranger, tempat parkir, dan zona PKL khusus kuliner.

Saat ini, lanjut Agus, pemkot masih mematangkan sketsa desain lokasi. Artinya, masih ada perubahan dari masukan sesuai kesepakatan untuk mencari jalur lain. Untuk pembangunan Taman Manunggal, dinas mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.

Menurut Agus, angka itu terbilang kecil, mengingat lebih kecil dari skala lapangan bola. Oleh karenanya, lokasi ini tidak cocok dipergunakan pertandingan, melainkan hanya tempat latihan.

“Nanti kan bisa diatur latihannya, ada bola, panahan, dan sebagainya,” jelasnya.

Awalnya, kata Agus, lokasi tersebut ingin dibangun tiga lapangan yakni futsal, voli, dan basket. Namun rencana itu dibatalkan, untuk memenuhi keinginan masyarakat yang tidak ingin menghilangkan fungsi lapangan sepak bola.

Dinas juga mengusulkan masyarakat untuk membentuk paguyuban agar dapat mengelola jadwal pengunaan lapangan. Untuk  perawatan skala besar, berupa lampu dan fasilitas akan dikelola dinas pertamanan. Sedangkan pemeliharaan ringan bisa oleh paguyuban.

“Biaya pemeliharaan taman se-Kota Bogor mencapai Rp4,1 miliar. Meliputi biaya perawatan, penjagaan Park Ranger, dan penggantian fasilitas,” katanya.(don/c)

Komentar Anda

Baca Juga