Beranda Metropolis

Fokus Penguatan Konstruksi Masjid Agung

BERBAGI
MANGKRAK: Tampak bangunan Masjid Agung yang terhenti karena gagal lelang tahun lalu.

BOGOR–RADAR BOGOR, Mangkraknya pembangunan Masjid Agung, membuat sebagian konstruksi menjadi rapuh. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan pembangunan Masjid Agung yang sempat terbengkalai, akan dilanjutkan tahun ini. Ditargetkan, proyek mulai berjalan sekitar Maret 2018. Demikian disampaikan Kabid Perumahan dan Pemukiman Disperumkim Kota Bogor Herman Rusli, kemarin.

Kata Herman, proyek pembangunan saat ini memasuki tahap audit struktur terhadap bangunan saat ini. Ia mengatakan bahwa gagal lelang menjadi alasan terhentinya pembangunan Masjid Agung beberapa waktu lalu. Makanya, saat ini, Disperumkim menggaet jasa konsultan untuk me-review desain terkait struktur balok dan kolomnya.

“Desain awal tidak kami ubah, hanya mengubah penguatan terhadap balok dan kolom tersebut. Karena sudah lama pembangunan terhenti, makanya kami audit dan review lagi bangunan yang saat ini sudah ada,” bebernya kepada Radar Bogor.

Herman juga mengatakan bahwa untuk anggaran tahun ini, dana yang dikucurkan sebesar Rp10 miliar masih dikonsultasikan kepada tim konsultan.

“Yang jelas, anggaran tahun ini Rp10 miliar, pastinya belum akan sampai tuntas pembangunan, karena pembangunannya saja menganggarkan dana Rp50 miliar. Jadi, kami masih menunggu hasil konsultasi dari tim konsultan, pembangunan apa saja yang akan dikerjakan dalam waktu dekat,” tegas Herman.

Sementara itu, Plt Wali Kota Usmar Hariman membenarkan jika pengerjaan tahun ini menggunakan APBD Kota Bogor 2018 sebesar Rp10 miliar.

“Itu pun hanya berupa pengerjaan penguatan konstruksi,” jelasnya.

Padahal, tahun sebelumnya, proyek tersebut sempat dua kali mengalami gagal lelang dengan nilai pekerjaan lebih besar dari penganggaran tahun ini.

Saat awal dilelang, nilai pekerjaannya sebesar Rp14,7 miliar. Kemudian, mengalami gagal lelang, sehingga kembali dilelang dengan nilai pekerjaan yang lebih kecil, yakni Rp3,7 miliar. Tapi rupanya, lelang kedua kalinya juga gagal.

“Tahun ini dilanjut, saya sudah tanda tangan untuk segera proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP),” terangnya.

Sebagai informasi, Masjid Agung mulai direvitalisasi pada 2016 lalu. Saat itu, pembangunannya menggunakan anggaran dari bantuan provinsi senilai Rp12 miliar.

Namun, anggaran yang bisa diserap hanya Rp8 miliar untuk pembangunan tahap satu. Itu pun, pelaksanaannya sempat molor tiga bulan dan ditetapkan sebagai proyek bermasalah oleh Inspektorat Jawa Barat.

Kemudian pada 2017, pembangunannya berlanjut menggunakan APBD Kota Bogor sebesar Rp50 miliar. Lagi-lagi, pemerintah pesimistis angka tersebut bisa diserap dalam waktu satu tahun. Disperum­kim Kota Bogor pun mengusul­kan untuk pembangunan di 2017 dianggarkan sebesar Rp27 miliar.

Namun, nilai Rp27 miliar dianggap tidak tepat oleh ULP sehingga dikembalikan ke Disperumkim untuk dikoreksi.(ran/fik/c)

Komentar Anda