Beranda Metropolis

Warga Pakuan Tolak Transmart

BERBAGI
KEBERATAN: Pengendara melintasi depan proyek yang terdapat spanduk penolakan warga.

BOGOR–RADAR BOGOR,Disebut-sebut bakal menjadi biang kemacetan baru di Jalan Raya Tajur, warga Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, menolak pembangunan Transmart Carrefour. Penolakan itu dituangkan dalam sebuah spanduk putih yang dibentangkan dekat lokasi proyek.

Pantauan Radar Bogor, spanduk bertuliskan ‘Kami sebagai warga menolak pembangunan yang belum ada IMB. Apalagi dampak kemacetan dan tanpa bersosialisasi dengan warga. Kepada Pemerintah Kota Bogor harus tegas dan tegur pemilik lahan bukan kepada Transmart’ itu terpasang sejak Jumat (15/3).

Warga RW 02 Kelurahan Pakuan, Cucun (32) mengaku keberatan atas adanya pusat perbelanjaan yang dibangun di dekat rumahnya. Hal itu dianggapnya akan membuat kemacetan semakin parah. “Selama ini, pihak Transmart juga belum meminta izin kepada warga. Mungkin kalaupun ada, ya ‘nembak’ izinnya. Sebab, tidak ada permintaan persetujuan warga. Secara lisan saja tidak ada,” bebernya kepada awak media akhir pekan lalu.

Untuk itu, ia meminta Pemkot Bogor untuk tidak menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap pihak Transmart. “Sekarang saja, tiap keluar masuk mobil ke komplek Pakuan kan macet. Apalagi adanya Transmart, yang posisinya dekat dengan pintu masuk komplek, bisa bayangkan bakal macet seperti apa,” kata Cucun.

Menanggapi hal itu, Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman menuturkan, jika ada penolakan dari warga soal pembangunan pusat belanja di wilayah tersebut, maka bisa memengaruhi kelanjutan proses pembangunan.

“Transmart mungkin perlu memberikan penjelasan kepada warga. Kalau begitu terus, ya, sulit lah prosesnya, bisa mandek bahkan batal dibangun. Kalaupun nanti selesai izin, masuk ke teknis, belum akan ada tindakan apa-apa sampai ada tembusan ke saya,” ungkapnya.(fik/c)

Komentar Anda