Beranda Metropolis

Sering Kena Semprot Polisi

BERBAGI
FIKRI/RADAR BOGOR
SEMPIT: Beberapa kendaraan berat memenuhi kantor Dinas PUPR di Jalan Pemuda, sehingga terkadang diparkir di pinggir jalan.

BOGOR–RADAR BOGOR,Meski berfungsi sebagai dinas yang menjalankan pembangunan, kondisi bangunan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor malah dianggap tidak representatif. Buktinya, saban hari berbagai alat berat tak muat parkir di area kantor, sehingga terpaksa parkir di pinggiran jalan. Kondisi itu membuat Dinas PUPR sering kena semprot pihak kepolisian.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi tak menampik hal tersebut. Faktanya, menurut Chusnul, memang tidak memungkinkan untuk memarkirkan sekitar 23 alat berat milik Dinas PUPR Kota Bogor di halaman kantor.

“Total keseluruhan ada sekitar 23 kendaraan. Terdiri atas mesin gilas, beko loader, dump truck, ponton excavator, dan lain-lain,” jelasnya saat ditemui Radar Bogor di kantornya, (15/3).

Kendaraan alat berat yang parkir di tepian Jalan Pemuda, Kecamatan Tanahsareal, itu terkadang bisa bertumpuk hingga dua baris. Meski jarang membuat lalu lintas tersendat, Dinas PUPR Kota Bogor kerap kali kena semprot polisi ketika Presiden Joko Widodo hendak melintas di Jalan Pemuda. “Biasanya kena tegur kalau RI 1 lewat. Akhirnya kami masuk-masukin dulu, tapi selebihnya kami keluarkan lagi,” terangnya.

Bangunan bekas Bioskop Wijaya ini, menurut Chusnul, kurang representatif sebagai kantor. Bukan hanya lahan parkir alat berat, ruang kerja pun terbatas. Sehingga, ada beberapa ruangan yang semestinya ada namun belum dimiliki Dinas PUPR Kota Bogor.

“Kami masih butuh ruang arsip, sarana ruang kerja juga terbatas sekali,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga membutuhkan tempat untuk menyimpan sparepart alat berat serta material bangunan jalan. Minimnya tempat penyimpanan material jalan juga diyakini Chusnul sebagai musabab sering terlambatnya perbaikan jalan.

“Kami belanjanya bertahap, jadi tidak bisa sekaligus. Itu yang menyebabkan kalau perbaikan agak terlambat,” kata Chusnul.(fik/c)

Baca Juga