Beranda Pendidikan

Saat Guru dari Korea Selatan Mengunjungi Bogor

BERBAGI
MERIAH: Siswa dan guru Birrul Waalidain saat memberikan sambutan kepada guru-guru dari Kyungmin Universty, Jumat (16/3)

BOGOR-RADAR BOGOR, Bogor kedatangan guru-guru dari Korea Selatan. Mereka berasal dari Kyungmin Universty yang bertemu langsung dengan siswa Birrul Waalidain, Jumat (16/3) lalu. Seperti apa suasana kunjungan para pendidik dari Negari Ginseng tersebut?

Permainan rebana, perkusi, lantunan ayat-ayat Alquran, tarian tradisional, hingga tarian khas Jepang ditampilkan untuk menyambut kedatangan rombongan mereka. Alhasil, sambutan yang diberikan membuat guru-guru asal Korea, salah satunya Park Hae Young, terksan. Menurut­nya, dengan sambutan tersebut, ia merasa sangat dihargai.

”Saat kita bersama-sama me­nyanyikan lagu nasional Indo­nesia Raya bergantian dengan lagu nasional Korea, saya sangat terkesan,” ujarnya.

Ia pun menemukan perbedaan kebiasaan antara hubungan guru dengan murid di Indonesia dengan di negaranya sendiri.

“Kalau di sini komunikasi dua arah antara murid dan guru terlihat sangat dekat dan akrab.Kalau di Korea mungkin lebih serius,” bebernya.

Park menjelaskan, tujuannya sendiri ke Indonesia sebetulnya dalam rangka untuk melakukan pertemuan terkait pengadaan lomba debat bahasa Inggris, Indonesia dan Korea yang akan diadakan di Indonesia.

“Kami bekerja sama dengan KPM (Klinik Pendidikan MIPA, red),” jelasnya.

Presiden Direktur KPM Ridwan Hasan Saputra menambahkan, kunjungan me­reka ke Yayasan Perguruan Birrul Waalidain sebagai salah satu bentuk layanannya terhadap tamu untuk bisa melihat model lingkungan sekolah di Indonesia.

”Birrul Waalidain ini memiliki model yang baik, sehingga bisa saya perlihatkan kepada mereka.Selain prestasi, juga akhlak yang dimiliki siswanya,” katanya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Memed Jalaludin mengaku sangat bangga sekolahnya dipercaya bisa menerima kunjungan dari Korea Selatan.

”Kami memang sering mendapatkan kunjungan dari luar negeri, seperti Malaysia, Kanada, dan baru kali ini dikunjungi guru-guru dari Korea Selatan,” tukasnya.(/c)

Komentar Anda

Baca Juga