Beranda Metropolis

Warung Berkah Kodim 0606 yang Kini Populer

AJAK SEDEKAH: Warga menikmati berbagai menu yang disediakan Warung Berkah milik Kodim 0606 Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Komando Distrik Militer (Kodim) 0606 Kota Bogor membuka Warung Berkah yang menjadi incaran para pencinta sedekah. Digelar ketiga kalinya, warung ini menjadi surga kenikmatan bagi warga yang tidak mampu. Mulai dari pekerja kebersihan, tukang parkir, tukang becak, kuli pasar, hingga pelajar.

Berlokasi di depan Makodim 0606 Kota Bogor, Jalan Jenderal Sudirman, Warung Berkah digagas oleh Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Arm Dodi Suhardiman. Mengusung tagline, ‘Makan Suka-suka, Bayar Seikhlasnya’, warung ini memutar hasil donasi warga dan disalurkan pada anak yatim.

Kepada Radar Bogor, Dodi mengaku jika warung ini terinspirasi sosok Ir Ridwan Saputra di Klinik Pendidikan Mipa (KMP). Di sana pun, membayar seikhlasnya.

“Saya coba terapkan jika dibuka di depan Kodim, sepertinya baik dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Warung Berkah sendiri sudah tiga kali dibuka setiap Jumat pukul 09.00 pagi. Biasanya, setelah salat Jumat, isi warung sudah habis terjual. Menunya tak kalah mewah dengan warung nasi atau warteg pada umumnya. Mulai sayur mayur, daging rendang, ayam, sampai nasi uduk, hingga nasi rames. Menu andalannya yakni bubur kacang hijau.

Makanan tersebut diolah oleh kaum ibu PNS dan Persatuan Istri (Persit) anggota TNI.  Lebih dari 100 porsi menu nasi disediakan. Tak hanya makanan, kue seperti bolu donat, dan gorengan ikut menghiasi menu pilihan. Pelanggan yang mampir tinggal mengambil makanan sendiri dan disediakan kotak amal seikhlasnya. Kotak ini disediakan untuk warga yang hendak beramal dan menyalurkan sumbangan.

“Tujuannya, kami ingin mengajak warga yang berkelebihan rezeki agar bisa bersedekah dan berbagi dengan warga sekitar yang mem­butuhkan,” cetus Dodi.

Dodi mengatakan, Kodim tidak akan membatasi dan mempersilakan siapa pun seluruh lapisan masyarakat yang mau berkunjung ke Warung Berkah.

Bagaimana awal modal membuka warung makan ini? Dodi mengatakan hanya dengan bermodal tekad dan keikhlasan. Warung tersebut dibangun bersama TNI dan sumbangan sukarela dari berbagai instansi. Pada intinya, mewadahi mereka yang ingin berbagi untuk bersedekah.

Menu sendiri, lanjut Dodi, tergantung penyumbang. Contohnya, dari hotel dan komunitas di Bogor. Ada yang menyumbang air mineral sampai 100 dus, ada pula beras yang dihimpun sampai 200 kilo. Oleh karenanya, isi menu hidangan tergantung pada warga yang menyumbang.

“Warung Berkah ini untuk mengedukasi warga berbagi. Walaupun ada pelanggan yang tidak bisa bayar namun dia bisa tergerak untuk bersedekah,” cetus Dodi.

Dodi menambahkan, dari hasil penjualan akan diper­untukkan menyem­purnakan  kegiatan Warung Berkah. Terutama juga disalurkan pada orang yang lebih berhak.

“Hasil dari sedekah itu dikumpulkan untuk dibagikan kepada anak-anak yatim,” ucapnya.

Dodi berharap, banyak warga Bogor yang mampir ke Warung Berkah untuk menikmati hidangan sambil bersedekah.  Juga bisa menginspirasi instansi dan warga lain.  “Sehingga makin banyak warga yang terbantu,” pungkasnya.(*/c)

Baca Juga