Beranda Pendidikan

Jadi Sekolah Percontohan

BERBAGI
MENGECEK: Camat Citeureup Asep Mulyana saat memberikan pertanyaan kepada dokter kecil sekolah mengenai manfaat tanaman obat dan ramuan jamu bagi kesehatan, kemarin (14/3).

CITEUREUPRADAR BOGOR, SDN Sukahati 01 berhasil maju mewakili Kecamatan Citeureup dalam lomba usaha kesehatan sekolah (UKS) tingkat Kabupaten Bogor setelah bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Kecamatan Citeureup.

Kepala SDN Sukahati 01 Dedeh Sumarni menjelaskan, dengan keberhasilannya mewakili tingkat kecamatan, tentu saja dapat menjadi acuan bagi sekolah sehat lainnya. Untuk memotivasi hal tersebut, kemarin (14/3), SDN Sukahati 01 mengadakan lomba usaha kesehatan sekolah (UKS) di tingkat kecamatan.

”Mudah-mudahan upaya saya bisa memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Citeureup untuk bisa menjadi sekolah sehat semua. Karena dengan mendidik anak sehat sejak dini, insya Allah mereka ke depannya akan menjadi generasi yang sehat,” bebernya.

Dengan melahirkan generasi siswa yang sehat, lanjut dia, kelak mereka dapat menjadi agen kesehatan bagi dirinya sendiri, keluarga maupun lingkungan di mana pun mereka berada.

”Bagi siswa, kami selalu memberikan penilaian kepada mereka. Mereka harus sehat dulu, diperiksa difteri, rubella, campak, cacingan, cara menyikat gigi yang bersih, lalu paham dengan tujuh langkah cuci tangan yang baik,” bebernya.

Dengan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman mengenai kesehatan kepada siswa, tentunya akan manciptakan sekolah yang bersih.

Sementara itu, Camat Citeureup Asep Mulyana sangat mendukung dan mengapresiasi kegitan tersebut.

”Saya berharap bukan hanya karena penilaian mereka berbenah diri dan sekolah, tapi diterapkan secara terus-menerus dan terbiasa menciptakan suasana bersih di sekolah,” kata Asep.

Ia juga meminta sekolah lain dapat meniru SDN Sukahati 01 agar sekolah-sekolah di Kecamatan Citeureup menjadi sekolah sehat, baik di tingkat TK, SD, SMP maupun SMA.

”Untuk menciptakan sekolah sehat dan bersih bukan hanya melibatkan warga sekolah, tapi lingkungan sekitar sekolah juga butuh saling gotong royong. Mulai dari RT, RW, maupun kepala desa, seperti sekolah yang sekarang menjadi contoh,” tutupnya.(cr1/c)

Komentar Anda