Beranda Pendidikan

FPIK IPB Sediakan Makan Murah

BERBAGI
ANTUSIAS: Suasana mahasiswa saat antre makanan murah bersubsi di Agrianita IPB di auditorium FPIK IPB, kemarin (14/03).

BOGORRADAR BOGOR, Agrianita Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar program berbagi kepada sesama. Program ini meliputi penyediaan ribuan porsi makan murah untuk mahasiswa. Cukup membayar Rp6 ribu, mahasiswa S1 FPIK IPB bisa mendapatkan paket menu makanan lengkap yang terdiri dari nasi, lauk, sayur serta susu dan air mineral.

Menurut istri dekan FPIK IPB yang tergabung dalam Agrianita IPB, Sulis Luky Adrianto menga­takan, kegiatan seperti ini rutin dilakukan dua kali dalam seta­hun. Program tersebut me­mang dikhususkan bagi seluruh civitas FPIK.

”Tapi kami juga saat ini menyediakan menu lain yang bisa dinikmati maha­siswa fakultas lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, digelarnya kegiatan ini bukan tanpa tujuan. Pasalnya, Agrianita FPIK IPB ingin menjalin silaturahmi dengan keluarga besar tenaga pendidik.

”Mulai dari istri-istri dosen, istri staf tenaga pendidik, maupun ibu-ibu dosen yang tergabung dalam Agrianita FPIK IPB dengan mahasiswa,” bebernya.

Bukan hanya itu, Sulis menambahkan, melalui kegiatan ini, Agrianita FPIK IPB juga menerapkan nilai-nilai moral kepada mahasiswa untuk dapat menerapkan konsep go green. 

”Kami meminta mahasiswa membawa tempat bekal sendiri, dan harganya kami bedakan lebih murah dibandingkan yang tidak membawa tempat bekal,” katanya.

Sementara itu, istri rektor IPB yang saat ini menjabat sebagai Ketua Agrianita IPB, Neno Arif Satria menam­bahkan, kegiatan ini perlu diapresiasi. Menurutnya, ide yang digelar oleh Agrianita FPIK IPB ini cukup unik dan kreatif dengan menambahkan konsep go green yang sejalan dengan program yang gencar dicanangkan IPB.

Dengan memberikan harga lebih murah bagi mahasiswa yang membawa tempat bekal sendiri, bagi Neno, hal tersebut yang menjadi pesan bagi siswa tentang go green yang memiliki tiga konsep yaitu reduce, reuse, dan recycle.

”Dengan membawa tempat bekal sendiri, otomatis kita sudah mengurangi sampah plastik atau kertas yang masuk dalam konsep reduce. Lalu reuse, tempat bekal itu kan bisa digunakan kembali, dan recycle, sampah-sampah sisa makanan bisa kita olah menjadi hal lain yang bisa dimanfaatkan,” beber Neno.(cr1/c)

Baca Juga