Beranda Pendidikan

Wandik Tolak LGBT pada Dunia Pendidikan

BERBAGI
Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Apendi Arsyad

BOGOR-RADAR BOGOR, Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor akan mengadakan Forum Group Discussion (FGD), Kamis (15/3) mendatang. Rencananya, FGD yang mengangkat tema Bahaya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Kota Bogor tersebut akan dilakukan di lingkungan Balai Kota Bogor.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Apendi Arsyad menjelaskan, maraknya LGBT yang semakin berkembang di Indonesia, khususnya di Kota Bogor, harus menjadi perhatian bagi dunia pendidikan.

”Kami bahkan sekarang ini sering mendengar bahwa siswa-siswa di sekolah banyak yang menjadi korban sodomi,” tuturnya.

Tentu hal tersebut akan memberikan dampak yang buruk bagi siswa yang menjadi korban. Sebab, Arsya menambahkan, perilaku tersebut selain dapat menimbulkan rasa trauma juga dapat menjadikan korban kecanduan.

”Karena dari seminar-seminar internasional dan literatur yang saya baca orang yang pernah disodomi tingkat kecanduannya lebih tinggi daripada narkoba,” katanya.

Ironisnya, saat ini payung hukum yang menentang sikap-sikap LGBT tersebut belum jelas.

”Bahkan cenderung banyak yang mendukung, terlebih penggiat HAM yang membela LGBT karena dianggap itu adalah privasi,” tutur Apendi.

Padahal, di balik aktivitas itu semua, banyak dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun psikologis yang didapatkan pelaku maupun korban dari perilaku LGBT. Untuk itu, Apendi mengatakan, akan mendatangkan ahli-ahli yang memang paham dan menangani hal tersebut dalam FGD yang dilakukan mendatang.

”Jadi kami Dewan Pendidikan sebagai agensi mediator ingin menurunkan informasi kepada dunia pendidikan tentang LGBT ini, mulai dari Dinas Pendidikan, MKKS dan sebagainya,” tukasnya.(cr1/c)

Komentar Anda