Beranda Pendidikan

Mengenal Lebih Dekat Estriana Arifah Mahfud

BANGGA : Siswi SMAN 1 Gunung Putri, Estriana Arifah Mahfud terpilih menjadi Duta Genre Kabupaten Bogor. Bogor 2018

GUNUNG PUTRI-RADAR BOGOR, Tidak pernah terbayangkan bagi Estriana Arifah Mahfud, siswa kelas XI di SMAN 1 Gunung Putri, didapuk menjadi Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Bogor 2018 dalam kegiatan yang diusung oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Hotel New Pramesti Gadog, Puncak, 26-28 Februari 2018, lalu.

Estriana yang tergabung dalam ekstrakurikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolahnya ini sangat senang dan juga berbangga tidak hanya kepada sekolah, tetapi kedua orang tuanya karena berhasil menjadi duta genre tahun ini.

”Apalagi, ekskul PIK-R ini di SMAN 1 Gunungputri baru setahun berdiri. Di Kecamatan Gunungputri, baru sekolah kami yang memiliki ekstra­kuri­kuler ini. Jadi, walaupun eks­kul kami ini baru, kami berani keluar untuk me­­nampilkan diri dalam ajang tersebut,” ujar Estriana kepada Radar Bogor.

Dari 61 siswa yang saling bersaing dalam ajang tersebut, hanya anggota dari PIK-R inilah yang dapat direkomendasikan menjadi duta genre. Menurut Estri dalam ajang pemilihan duta genre tersebut, kualitas siswa sangat dinilai selama mengikuti masa karantina yang dilakukan selama tiga hari.

”Selama karantina, kami mendapatkan banyak materi, mulai dari berani berpendapat hingga berbicara di depan umum atau public speaking, kami juga dituntut untuk bisa memecahkan masalah dari persoalan yang diberikan para juri terkait kasus-kasus remaja saat ini,” katanya.

Dengan mewakili sekolahnya, tentu menjadi suatu tanggung jawab yang patut diemban dengan sebaik-baiknya.

”Karena menjadi duta genre, berarti harus bisa menjadi contoh yang baik bagi remaja lainnya, dan mengajak mereka menjadi generasi berencana,” katanya.

Ia ingin mengajak remaja lainnya untuk bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam menghadapi lima transisi yang akan dihadapi di masa depan.

”Lima transisi itu di antaranya, masa mengenyam pendidikan, mencari pekerjaan, berkeluarga, sosialisasi kepada masyarakat dan menjalani hidup sehat,” sebutnya.

Di sekolahnya sendiri, Estri mengaku telah melakukan beberapa kali sosialisasi secara personal kepada teman-temannya tentang dunia remaja yang langkahnya saat ini dapat menentukan masa depannya nanti.

”Biasanya yang terlihat memiliki masalah kita dekati, kita ajak berbicara dan mendengarkan ceritanya, karena remaja di usia tanggung ini sering terjadi konflik dalam proses perubahan fisik, emosi, hingga perubahan organ reproduksinya,” terangnya.

Estri mengaku, tujuannya menjadi duta genre ini adalah untuk berbagi ilmu dan berbagi informasi kepada teman sesama remaja tentang cara-cara menye­lesaikan masalah remaja.(*)

Baca Juga