Beranda Uncategorized

Jadi Penopang Kurangi Angka Pengangguran­

BERBAGI
ANTRE: Puluhan pencari kerja mendatangi job fair yang diadakan IPB, beberapa waktu lalu.

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Pendidikan Kota Bogor menyebut serapan tenaga kerja yang berasal dari lulusan SMK masih terbilang tinggi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Bogor Mulya Murpri­hartono menjelaskan, angka Ba­dan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Kementerian Kete­na­ga­kerjaan (Kemnaker), yang menyebutkan 11 persen dari 7 juta penganggur di seluruh Indonesia berasal dari lulusan  SMK, cukup mem­buat resah. Sebab, ia masih yakin jika lu­lusan SMK di Kota Bogor tidak menjadi penyumbang pe­ngangguran.

”Me­mang kami tidak mendata secara keseluruhan. Kami me­mang belum pernah survei, tapi secara parsial sekolah, lulu­san SMK banyak yang ter­se­rap di industri,” katanya.

Bahkan Mulya menambahkan, di Kota Bogor terdapat SMK yang lulusannya 100 persen ter­­serap di perusahaan-peru­sa­haan.

”Seperti SMK Grafika MY, lalu lulusan SMAKBO dan SMK Wikrama lumayan banyak juga yang terserap,” terangnya.

Selain itu, sejumlah lulusan juga memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK.

”Jadi fungsinya untuk mencarikan pasar tenaga kerja untuk anak-anak. Di akhir tahun kami sering mengadakan job fair. Namun secara parsial, setiap sekolah tetap harus mening­katkan mutu anak-anaknya,” beber Mulya.

Meski demikian, ia tak me­nampik masih ada keku­rangan yakni perbaikan mental dan kultur budayanya dalam bekerja.

”Misalnya, BKK tingkat kota berhasil mencari perusa­haan-perusahaan, ada seleksi untuk 500 orang teknisi oto­motif.Namun saat penem­patan, dapat di Cikarang, anak-anak kebanyakan mundur, kare­na kejauhan. Walau tidak semua­nya,” paparnya.

Selain itu, SMK sendiri tidak harus mendidik anak-anaknya untuk menjadi pekerja di in­dustri. Menurut dia, SMK juga selalu meninkatkan potensi siswanya untuk bisa menjadi wirausaha.

Sementara itu, Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Kota Bogor, Deni Setiawan me­ngung­kapkan, masing-masing SMK harus mampu menjalin kerja sama yang baik dengan industri.

”Se­makin erat dan semakin har­monisnya kerja sama antara SMK dan dunia industri, maka akan semakin besar keter­serapan lulusan SMK tersebut, dan problemnya belum semua SMK bisa menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan,” cetusnya.

Sejumlah strategi juga dilakukan saperti melakukan seminar yang berisi kiat-kiat sukses bagi siswa SMK untuk bisa menghadapi psikotes dan wawancara kerja dari para praktisi rekrutmen, termasuk mengadakan job matching dari gabungan seluruh SMK.

Ter­pisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Bogor Nani Maryani  me­ngatakan, data yang diluncurkan BPS itu juga perlu dilakukan peninjauan ulang mengenai objektivitas datanya.

”Apakah data tersebut juga menghitung jumlah siswa yang bekerja menjadi wirausaha, ataukah hanya yang terserap di perusa­haan saja?” ucapnya.(cr1/c)

Komentar Anda