Beranda Politik

Agar Pengangguran-Kemiskinan Tak Hantui Bogor

BERBAGI

BOGOR-RADAR BOGOR, Dialog politik Membedah Visi-Misi Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2018 yang diselenggarakan Radar Bogor, kemarin (13/3), menjadi ajang unjuk performa bagi empat pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor.  Sejumlah isu kota ini pun dirangkum dalam tiga tema besar, yakni kemiskinan, pengangguran, dan investasi.

Paslon nomor urut 1 Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin bertekad bisa mengurangi pengangguran di Kota Bogor.  Pasangan yang akrab disapa RZ ini hadir dengan konsep memberikan pelatihan maupun permodalan untuk 68 ribu pelaku usaha di Kota Bogor. Artinya, setiap kelurahan di Kota Bogor, ada seribu pelaku usaha yang akan diberdayakan.

”Makanya, ini betul betul-betul harus diarahkan oleh wali kota,” kata Ruyat.

Paslon nomor urut 2, Edgar Suratman yang hadir tanpa didam­pingi wakilnya, Sefwelly Ginanjar, memaparkan  programnya terkait pariwisata. Menurutnya, Kota Bogor perlu memiliki sarana penunjang untuk meningkatkan pariwisata di Kota Bogor.

”Misalnya di Jogjakarta ada Dagadu, di Bogor apa? Makanya itu perlu adanya Ngabogor,” ujarnya.

Paslon nomor urut 3, Bima Arya–Dedie A Rachim lebih menyoroti persoalan internal birokrasi di Pemkot Bogor. Bima sebagai petahana merasa tahu betul  ”dosa” para birokrat yang membuat dampak buruk di masyarakat.

Menurut dia, banyak program yang hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Hal itu yang menurutnya tiga tahun terakhir ini menjadi evaluasi Pemkot Bogor.

”Jadi, anggaran Rp100 juta, Rp200 juta, hanya untuk workshop, paparan, dan sebagainya, tidak ada dampak langsung,” kata Bima.

Terakhir, paslon nomor urut 4 Dadang Iskandar Danubrata-Sgeng Teguh Santoso sudah berandai untuk membuat peraturan wali kota (perwali) terkait ketenagakerjaan jika terpilih. Melalui perwali tersebut, Dadang akan meminta setiap peng­usaha yang mendirikan perusahaan di Kota Bogor, wajib mempekerjakan 50 persen pegawainya dari masyarakat Kota Bogor.

”Agar warga Bogor bisa bekerja itu lebih pasti. Nanti akan ada pa­nisment dan reward bagi per­usahaan yang mengembangkan dan menaati aturan itu,” ucapnya.(fik/d)

Komentar Anda