Beranda Pendidikan

112 RA Bakal Akreditasi

BERBAGI
SERIUS: Ketua Prodi FKIP PLS UIKA Bogor menjelaskan instrumen penilaian untuk akreditasi bagi lembaga RA di aula UIKA Bogor, kemarin (12/3)

BOGORRADAR BOGOR, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (Igra) Kota Bogor bekerja sama dengan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor memberikan pelatihan untuk persiapan akreditasi sekolah kepada 140 kepala sekolah dan guru raudhatul athfal (RA) yang ada di dua kecamatan Kota Bogor.

Kegiatan yang dikemas dalam workshop bertemakan “Peningkatan Kompetisi Guru RA melalui Pemahaman Delapan Standar Nasional PAUD”, itu berlangsung di aula UIKA Bogor, kemarin (12/3).

”Kegiatan ini berjenjang sampai nantinya RA yang ada di enam kecamatan juga melakukan workshop serupa,” ujar Ketua Umum Igra Umi Kulsum kepada Radar Bogor.

Menurut dia, pihaknya hanya menjadi fasilitator dan pedamping membantu sekolah-sekolah yang mau akreditasi. Sebab, dari 131 RA, masih banyak yang belum terakreditasi. Umi juga menjelaskan, akreditasi RA pernah dilakukan 2008 silam tetapi saat ini harus ada perbaharuan akreditasi kembali.

Selain itu, akreditasi sangat penting lantaran sebagai salah satu syarat wajib untuk dapat menerima bantuan dari pemerintah.

”Peserta yang hadir saat ini berasal dari Kecamatan Utara dan Timur. Berikutnya pesertanya kepala sekolah dan guru RA di Kecamatan Tanah Sareal,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Igra Kota Bogor Ucu Haryatin menjelaskan, untuk pendaftaran akreditasi saat ini sudah dapat dilakukan secara online. Menurutnya, setiap lembaga pendidikan harus melakukan evaluasi diri untuk mengukur kemampuan memenuhi standar nasional pendidikan secara tepat.

”Tentunya untuk peningkatan mutu, kami menargetkan 100 persen terakreditasi. Saat ini dari 131 RA, baru 19 yang akreditasi di Kota Bogor. Artinya, 112 RA bakal diakreditasi,” ucapnya.

Terpisah, Ketua PC Igra Tanah Sareal Rai Suwitri mengajak lembaga RA lainnya untuk melakukan akreditasi.

”Mereka belum siap padahal mereka belum mencoba, padahal untuk menjawab instrumen itu sudah ada dokumen pendukung hanya saja tidak tersusun rapi. Saya yakin semua instrumen itu, lembaga sudah punya jawabannya,” tukasnya.

Selain itu, salah satu narasumber yang memberikan materi merupakan salah satu asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).(ded)

Baca Juga