Beranda Politik

Sisi Lain Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin Paslon Pilwalkot Bogor 2018

BERBAGI
HANGAT:Kebersamaan keluarga Zaenul Mutaqin di kediaman mereka di Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR,Di balik pembawaannya yang kalem, Achmad Ru’yat adalah sosok pendengar yang baik. Ia banyak menyerap aspirasi dan curhatan warga ketika blusukan. Hal itu pula yang diterapkannya untuk menjaga komunikasi dalam keluarga.

BUKAN hal mudah untuk meyakinkan keluarga ketika memutuskan kembali berlaga di Pilwalkot Bogor. Tapi jebolan Pascasarjana Kebijakan Politik FISIP Universitas Indonesia itu percaya, seluruh anggota keluarga akan memahami niat tulus mengemban amanah dari para pendukungnya itu.

’’Bogor membutuhkan sosok pemimpin yang menempatkan diri sebagai tamu dan menjadikan masyarakat serta aparat negeri sipil (ASN) sebagai tuan rumah. Pemimpin yang memberi kenyamanan sehingga bersama-sama dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tutur Achmad Ru’yat ditemui Radar Bogor di sela-sela kesibukannya akhir pekan kemarin.

Menjadi pendengar yang baik, kata Ruýat, adalah memahami permasalahan yang dialami lawan bicara. Semisal kepada anak-anaknya, Ruýat memberi kesempatan berbicara tentang apa cita-cita mereka. Dan tugas sang ayah, kata dia, membantu sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Komunikasi serupa juga diterapkannya ketika sang anak mengalami masalah.

Dari kebiasaan ’’mendengar’’ itulah niat bertarung di Pilwalkot Bogor 2018 muncul. Terlebih ketika ia melihat masih adanya ketimpangan pembangunan di Kota Hujan. Jika diibaratkan rumah, menurutnya, ’’rumah’’ Bogor sejatinya adalah warga di kawasan pedalaman. Dan kondisinya saat ini masih banyak yang kurang sejahtera dan membutuhkan perhatian pemerintah.

”Katakanlah, halamannya kawasan Kebun Raya dan sekitarnya. Tetap harus diperhatikan, dipercantik. Tapi rumah Bogor sejatinya di wilayah-wilayah justru yang kini harus mendapat perhatian lebih,” ujarnya.

Ru’yat memahami bahwa warga Bogor merindukan kota mereka bebas macet. Karena itu, menurutnya, perlu adanya kebijakan mengurai permasalahan kemacetan dengan membuat jalur-jalur alternatif, jalan tembus, dan sodetan sehingga arus lalu lintas tidak tersumbat di titik-titik protokol.

Masukan-masukan itu pula yang membuatnya tertantang untuk membenahi Bogor menjadi kota jasa terbaik se-Asia Tenggara. Bogor, menurutnya, harus menjadi inspirasi bagi daerah lain, diawali dengan menghadirkan masyarakat yang sejahetara dan kepemimpinan yang amanah.

”Ini tantangan yang harus diperjuangkan,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi sambutan dan suasana dukungan sosial kepadanya di Pilkada 2018 ini. Antusias dan emosi respons masyarakat dirasanya cukup luar biasa datang dari wilayah-wilayah di Kota Bogor.(ric)

Komentar Anda

Baca Juga