Beranda Pendidikan

Kumpulkan Dana untuk Yatim dan Duafa

BERBAGI
KE DESA: Mahasiswa ikut upacara di salah satu sekolah dasar.

BOGOR-RADAR BOGOR, Mahasasiwa Politeknik Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor melalui organisasi  Pelaksana Program Beasiswa Yatim Dhuafa (PPBY) berinisiatif mengumpulkan dana di sekitaran kampus. Nantinya uang yang terkumpul itu, diberikan untuk program beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berada di sekitar kampus.

Humas PPBY Area Risda Roriandsa mengatakan, organisasi ini sudah ada sejak 1989 dan baru pada 1999, organisasi ini berada dalam naungan Lembaga Dakwah AKA Bogor.

”Keberadaan organisasi ini tujuannya sangat mulia sekali,” bebernya.

Ada banyak kegiatan positif yang dilakukan seperti secara rutin setiap hari Minggu mengajar di SDN Cimahpar 4 secara gratis.

Selain itu, kegiatan pokok mengumpulkan serta menyalurkan dana bagi anak-anak yatim dan duafa yang tinggal di sekitar kampus. Sementara itu, Humas PPBY Dyah Tri Nawang Sari menambahkan, peran donatur sangat besar dalam mencukupi kebutuhan adik asuh.

”Untuk keterangan pemberian donasi kami sosialisasikan melewati sosial media, seperti Instagram di @ppby_aka, lalu Facebook Lingkar PPBY dan Twitter di @LINGKARPPBY,” jelasnya.

Menurut Dyah, dana tersebut selanjutnya akan disalurkan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, pembinaan agama dan softskill, serta transportasi anak yatim dan duafa. Agar dana tersebut terpakai dengan optimal untuk masing-masing adik asuh, anggota senantiasa berkomunikasi secara intensif. Dyah menambahkan, adik asuh tersebut akan terus dibina hingga lulus dari SMK.

”Satu adik asuh biasanya dibina oleh tiga kakak asuh, dan kakak asuh harus selalu siap ketika adik asuh membutuhkan bantuan, misal saat kebanjiran kemarin, kami sebagai kakak asuh langsung sigap datang membantu memindahkan barang dan lainnya,” tambahnya.

Saat ini PPBY mengasuh 22 anak mulai dari tingkat SD hingga SMK yang tinggal di sekitar lingkungan kampus yang didapatkan melalui proses survei anggota PPBY.

”Selain rapot di sekolah dan keseharian belajar mereka yang kita pantau melalui pihak sekolah, kami juga biasanya melakukan kegiatan pembinaan agama dan softskill. Ketika mereka jarang datang, kami berikan pengurangan nilai, hingga pencabutan beasiswa,” tukasnya.(cr1/c)

Baca Juga