Beranda Berita Utama

Jembatan Rumpin Hancur Dilalui Truk Bermuatan Berlebih

BERBAGI
RUSAK: Jembatan Gerendong yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dengan Ciseeng masih dalam perbaikan, Senin (12/3/2018). Foto Fikri/Radar Bogor

BOGOR-Meski usianya sudah tua, namun faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab amblasnya Jembatan Gerendong. Pasalnya, jembatan yang menghubungkan Desa Kampung Sawah Kecamatan Rumpin dengan Desa Petat Nutug Kecamatan Ciseeng itu rusak lantaran sering dilalui truk dengan overkapasitas. Kini, bukan hanya mobil yang tidak bisa lewat, kendaraan sepeda motor pun harus menggunakan getek untuk melintas Sungai Cisadane.

Kondisi tersebut membuat Anggota Koramil 2112/Rumpin, Serda Edi Widodo, kini harus bersusah payah. Sudah sekitar dua minggu ia mengawasi operasional jembatan yang banyak dilalui kendaraan itu. Saat awal mengawasi, jembatan tersebut belum ditutup sehingga masih banyak kendaraan yang lalu-lalang. “Hanya waktu itu kondisinya sudah bolong sedikit bagian aspalnya. Jadi masih dibuka ada yang lewat,” jelasnya ketika ditemui Radar Bogor, Senin (12/3).

Meski saat itu kondisi jembatan sudah mulai rusak, tapi kendaraan yang lalu-lalang nampak membawa beban yang cukup berat. Maklum, di daerah tersebut ada beberapa titik tambang batu dan pasir. Sehingga truk-truk yang melintas muatannya bisa mencapai puluhan ton. Padahal, sudah jelas tertera sebelum melewati jembatan, plang bertuliskan kendaraan yang boleh melintas maksimal seberat 8 ton.

Namun, warning tersebut tidak diindahkan. Oprasional truk berkapasitas tinggi justru lebih sering melintas di malam hari. Hal itu membuat pengawasan sulit dilakukan. “Ada tulisan 8 ton, di atas 8 ton tidak boleh lewat sini. Tapi nyatanya yang lewat bisa puluhan ton. Kita juga tidak mungkin berjaga 24 jam di sini,” ungkapnya.

Kini, jembatan dengan panjang sekitar 50 meter itu ditutup sejak Sabtu (10/3/2018). Bukan hanya mobil bermuatan besar, sepeda motor pun tak bisa melintas lantaran bangunannya sedang diperbaiki. Mereka bisa menyebrang sungai Cisadane dengan cara menggunakan getek. Setiap satu sepeda motor ditarif Rp10 ribu.

Untuk kendaraan roda empat atau lebih sama sekali tidak bisa melintas. Satu-satunya cara yaitu menggunakan jalur alternatif yang belasan kilometer lebih jauhnya. Untuk melaluinya bahkan bisa menghabiskan waktu sekitar 3 jam.

Ada tiga jalur alternatif dari Desa Petat Nutug Kecamatan Ciseeng untuk menuju Desa Kampung Sawah Kecamatan Ciwaringin. Pertama lewat jalur Gunung Sindur melalui Jembatan Leuwiranji. Jarak tempuhnya sekitar 15 kilometer. Alternatif lainnya lewat jalur Ciampea, yakni melewati Jembatan Cidokom yang menghubungkan Kecamatan Cibumbulang dan Kecamatan Rumpin. Alternatif terakhir yaitu lewat Terminal Leuwiliang yang jaraknya hampir sama, yakni 15 kilometer.

Pantauan Radar Bogor di lokasi Jembatan Gerendong masih nampak disibukkan dengan pengerjaan pemasangan behel jalan, Senin (12/3/2018). Arus lalu lintas masih ditutup, namun warga yang hilir mudik dengan berjalan kaki masih bisa melintas dengam cara bergantian.(fik)

Komentar Anda