Beranda Metropolis

Cara PDAM Jalin Kebersamaan dengan KNPI

BERBAGI
GATHERING: Pengurus DPD KNPI Kota Bogor rafting menyusuri Sungai Cisadane bersama karyawan PDAM Tirta Pakuan, Sabtu (10/3).

BOGOR-RADAR BOGOR, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bersama pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kota Bogor memperkuat kebersamaan dan sinergitas dengan arung jeram (rafting) menyusuri Sungai Cisadane, Sabtu (10/3).

Diawali dari start point Alamanda Rafting Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupatan Bogor, peserta menyusuri aliran Sungai Cisadane sejauh 8 km menuju Intake Ciherang Pondok di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Direktur Teknik PDAM Kota Bogor Syaban Maulana  yang melepas rombongan, menyebutkan bahwa kegiatan ini bagian dari sosialisasi kondisi air baku PDAM.

“Anggap saja ini kilas balik. Temanteman (pengurus KNPI) menyusuri aliran sungai yang menjadi sumber air baku bagi 80 persen  pelanggan PDAM. Jadi, kalau di rumah teman-teman air PDAMnya ada gangguan, di sini loh kendalanya,” kata Syaban sembari mengingatkan Bagus Maulana dan kawan-kawan berhati-hati, mengingat kondisi aliran sungai yang cukup deras.

Di lokasi finish Intake Ciherang Pondok, pengurus KNPI yang berbasah-basah disambut Direktur Utama PDAM Deni Surya Senjaya. Setelah beristirahat sejenak, Deni menggambarkan kondisi bangunan penyadap air kapasitas 1.800 liter per detik ini.

“Air baku dari Intake Ciherang Pondok ini akan diolah di IPA Dekeng dan Cipaku. Selanjutnya didistribusikan ke pelanggan zona 3 dan 4,” kata Deni.

Deni menjelaskan, pada pertengahan 1995, dirinya bersama Syaban membangun Intake Ciherang Pondok dan jaringan distribusinya.

“Dulu sungainya bersih. Tidak ada pabrik, sampahnya sedikit. Tapi sekarang, pabrik banyak sekali, mereka buang limbah ke sungai. Sampahnya pun sekarang lebih banyak. Kalau dulu hanya kertas dan plastik-plastik kecil, sekarang kadang-kadang ada kasur dan batangan kayu, (material itu) nyumbat ke screen kita dan mengurangi debit ke IPA Dekeng,” papar Deni.

Begitu pula kekeruhan air bakunya. Menurut Deni, kondisi kekeruhan air baku tidak setinggi saat timnya membangun intake.

“Dulu airnya tidak terlalu keruh, kalau sekarang (kadar) kekeruhannya bisa mencapai 1.000, 2.000 bahkan pernah 10.000 NTU,” kata Deni.

Deni berharap, melalui kegiatan ini KNPI dapat membantu menyosialisasikan kondisi PDAM, terutama saat sedang mengalami gangguan pengaliran.

“Saya sangat berharap, teman-teman KNPI dapat menjadi mitra bagi PDAM,” ujar Dirut.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Bogor Bagus Maulana mengapresiasi dengan kegiatan arung jeram ini. Dia pun mengakui jika jajaran kepengurusannya membutuhkan banyak informasi terkait kendala-kendala serta program kerja yang sedang digalakkan PDAM.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini, kami jadi tahu kendala-kendala yang dihadapi PDAM. Kami akan bersinergi dan men support langkah-langkah apa saja yang akan dijalankan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Bogor. Karena air  bersih merupakan kebutuhan vital warga,” ujar Bagus.(*/pia)

Komentar Anda