Beranda Nasional

Iuran Dana Pensiun Patungan ASN dan Negara

Sofyansyah/Radar Bogor
HUT KORPRI: Para ASN Kabupaten Bogor mendengarkan pesan-pesan Bupati Nurhayanti yang memimpin upacara HUT ke-46 Korpri di Lapangan Tegar Beri­man Cibinong, kemarin (29/11). ilustrasi

JAKARTA–Pembahasan skema baru pensiun aparatur sipil negara (ASN) berbasis fully funded masih terus berlangsung. Perubahan skema dari pay as you go ke fully funded diklaim Kementerian PAN-RB bisa menyejahterakan ASN saat pensiun. Hanya, sampai sekarang belum ditetapkan potongan gaji untuk iurannya.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Infromasi Publik (Hukip) Kementerian PAN-RB Herman Suryatman mengatakan, sebelumnya Menteri PAN-RB memang sempat menyebut iurannya berkisar 10-15 persen. Namun besaran iuran itu masih belum diputuskan sampai saat ini.

ASN, lanjut dia, tidak perlu khawatir karena nanti iuran dana pensiun tidak mereka bayar sendiri. ”Selaku pemberi kerja, pemerintah tetap ikut sama-sama membayar iuran dana pensiun,” katanya kemarin (10/3).

Jadi, meski dengan skema fully funded tetap ada belanja negara untuk keperluan pensiun ASN. Yang membedakan dengan skema saat ini (pay as you go) adalah, yang membayar iuran tidak bulan murni dari gaji ASN sebesar 4,75 persen dari gaji.

Kemudian setelah PNS tersebut pensiun, giliran negara yang membayar dana pensiunnya. Pembayaran dana pensiun oleh negara ini hingga yang bersangkutan meninggal. Selama pensiun ASN mendapatkan gaji pensiun maksimal 75 persen dari gaji pokok setiap bulannya.

Peneliti Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan skema pensiun fully funded bisa maksimal ketika Taspen bisa menghasilkan dana pengelolaan yang maksimal. Sebab ketika PNS sudah pensiun, Taspen tidak mendapatkan suntikan dana pensiun seperti skema pay as you go.(wan)

Baca Juga