Beranda Olahraga Arena

Penambahan Cabor Langgar Aturan

BERBAGI
ILUSTRASI
CABOR BARU: Atlet pentaque membidik sasaran sebelum melempar bola.

CIBINONG–RADAR BOGOR, Penambahan cabor baru di Porda XIII Jawa Barat 2018 masih menimbulkan pro dan kontra. Tidak sedikit sejumlah kalangan menyebut jika penambahan cabor ini malah merugikan Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah.

Mereka pun khawatir, dengan penambahan cabor dari 45 menjadi 60 cabor mengancam target Kabupaten Bogor meraih juara umum. Sebab, ada berapa cabor baru dimana Kabupaten Bogor yang tidak siap, karena keterbatasan atlet.

Selain itu, penambahan ini juga mengancam anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan dalam RAT dan rapat paripurna di DPRD.

“Penambahan cabor baru sudah menyalahi aturan, karena anggaran sudah ditetapkan,” kata Herzon Hizkia, pemerhati olahraga.

Menurutnya, anggaran sudah bisa dipastikan akan terbagi.

“Saya melihat ini ada kepen­tingan politik dan kepentingan lainnya. Yang memang hal ini perlu segera di evaluasi sebelum porda dihelat Oktober mendatang,” kata pria yang menjabat sebagai wakil ketua ASKAB PSSI Bogor ini.

Ia bahkan menyatakan ke­ke­cewaannya dengan penam­bahan cabor ini. Sebab, ada salah satu nomor pertan­dingan yang tidak dimasukkan ke dalam Porda 2018, yakni sepak bola putri.

“Saya sangat kecewa, cabor yang sudah jelas sepak bola putri tidak ada, sedangkan cabor baru langsung direalisasi padahal belum jelas atlet dan venue-nya di mana,” pungkas­nya.

Kekecewaan juga diutarakan Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argoebie. Menurut Ben, penambahan cabor dilakukan sebelum anggaran ditetapkan.

“Ini kan setelah anggaran diketuk cabor ditambah. Ini jelas merugikan kami, karena kami tidak mengirimkan cabor itu,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.(nal/c)

Komentar Anda

Baca Juga