Beranda Berita Utama

Tak Penuhi Janji Kampanye, Wali Kota Dipasung

BERBAGI
Wali Kota San Buenaventura Bolivia bernama Javier Delgado, dipasung
selama satu jam karena kinerjanya dianggap belum memuaskan.

Seorang wali kota dipasung warga di lapangan lantaran belum memenuhi janji kampanye. Wali Kota San Buenaventura Bolivia bernama Javier Delgado itu, dipasung selama satu jam karena kinerjanya dianggap belum memuaskan.

Insiden itu terjadi di komunitas kecil San José de Uchupiamonas, yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari pusat kota San Buena Ventura. Seperti diberitakan telefenoticias, insiden itu terjadi pada 25 Februari 2018. Awalnya Delgado datang untuk meresmikan sebuah jembatan yang dibangun menggunakan menggunakan dana pemerintah.

Mendengar kedatangan sang wali kota, warga setempat membuat persiapan dengan menyiapkan pasung di lapangan. Ketika Delgado tiba di lokasi, dia tidak diarahkan ke jempatan yang akan diresmikan. Ia justru ditangkap dan dipasung.

“Orang-orang menyambut dan memasungnya karena melanggar berbagai komitmen yang telah ditandatanganinya dengan penduduk San José,” ucap warga setempat.

Sementara itu, Wali Kota Javier Delgado mengaku tidak tahu mengapa dirinya dipasung. Ia langsung ditangkap dan tidak diberi kesempatan untuk memberikan pembelaan.

“Mereka tidak memberi saya kesempatan untuk mengetahui alasannya mengapa saya dihukum seperti ini,” imbuhnya.

Meski dipasung, Delgado tetap berusaha menghadapi warga dengan tenang. Akhirnya, Delgado mendapat kesempatan untuk mengetahui mengapa dirinya dipasung.

Ternyata, warga diprovokasi oleh lawan politik Delgado dari kalangan pengusaha lokal. Ia berusaha untuk menggagalkan peresmian jembatan.

“Setelah saya diberi kesempatan untuk menjelaskan, warga meminta maaf kepada saya. Mereka menyadari bahwa mereka telah diperdaya oleh orang-orang ini (lawan politik),” kata Delgado.

Ini bukan pertama kalinya Delgado dipasung. Delgado sudah tiga kali dipasung selama 2,5 tahun menjabat. Delgado pertama kali dipasung ketika baru beberapa bulan menjabat. Sementara yang kedua dilakukan oleh warga yang menguasai kantornya pada 2016.

“Saya adalah satu dari sedikit orang di negara ini yang pernah merasakan hukuman tradisional, blokade, pawai, dan bahkan pengambilan jabatan wali kota,” katanya.

“Ini bukan kesalahan warga desa, tapi ulah orang-orang berduit yang tidak rela kehilangan kekuatan politik yang selalu mereka miliki. Mereka adalah pengusaha besar,” pungkasnya.

Masyarakat di San Buenaventura memakai hukuman keadilan sosial jika pemimpinnya melanggar salah satu dari tiga prinsip dasar. Yakni Ama Qhuilla (Jangan Malas), Ama Illulla (Jangan Berbohong), dan Ama Suwa (Jangan Menjadi Pencuri).

Penggunaan pasung sebagai keadilan sosial dimasukkan dalam konstitusi negara pada 2009. Namun, warga hanya boleh memakainya untuk kasus-kasus kecil. Sedangkan untuk kasus yang besar harus tetap diserahkan kepada polisi dan pengadilan.(ps)

Komentar Anda